Tag Archives: agama

Kimia dalam Al Quran

ILMU KIMIA DALAM AL-QURAN

Afzalur Rahman,2007. Ensiklopediana Ilmu Dalam Al-Qur’an: Rujukan Terlengkap Isyarat-Isyarat Ilmiah Dalam Al-Qur’an. Cetakan II (Penerbit Mizania PT Mizan Pustaka: Bandung) Bab 26 hal. 356-361

Ilmu Kimia juga mendapatkan perhatian dan dorongan dari Al-Qur’an untuk dikembangkan. Manusia dan seluruh lingkungan hidupnya terbentuk dari elemen-elemen dan subtansi-subtansi yang tergabung menjadi sebuah ikatan kimia menurut hukum Allah. Manusia sendiri tercipta dari tanah liat kemungkinan melalui sebuah proses kimia interaktif antara berbagai unsur dalam tanah yang bekerja menurut hukum-hukum Allah melalui proses perubahan dan kombinsi tertentu. Penciptaan langit dan bumi dalam enam “periode” dan penciptaan alam semesta dari air juga terjadi menurut hukum kombinasi dan perubahan yang diciptakan Allah Swt. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menuturkan bagaimana Tuhan menciptakan langit, bumi, manusia, dan sebagainya, memberikan petunjuk yang kuat kepada para ilmuwan tentang membuat subtansi baru dengan menggabungkan berbagai unsur dan tentang kemungkinan mempelajari rekasi kimia dari penggabungan unsure-unsur itu dengan berbagai proporsinya. Ayat berikut mengemukakan kekuatan “pewarnaan” yang dilakukan Tuhan dan memberikan inspirasi kepada para ilmuwan untuk melakukan proses kimiawi dengan mencampurkan berbagai unsur kimia dengan proporsi tertentu untuk membuat hal yang mirip dengan itu.

Sibghah Allah dan siapakah yang lebih baik sibghah-Nya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nyalah kami menyembah (Q.S Al-Baqarah[2]:138)

Kemudian, perhatikan pula bagaimana proses penciptaan manusia yang menjadi titik sentral studi para teolog, filsuf, dan ilmuwan berabad-abad lamanya:

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (Q.S Al-An’am [6]: 2)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk (Q.S Al-Hijr [15]: 26)

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjdaikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan. Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikuarangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesunggguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah (Q.S Al-Fathir [35]:11)

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembangbiak (Q.S Al-Rum [30]:20)

Ayat-ayat tersebut mengundang perhatian kea rah proses penciptaan manusia terutama berhubungan dengan telaah tentang terjadinya reaksi kimiawi dari subtansi-subtansi yang menjadi bahan baku penciptaannya dan pengaruhnya terhadap perilakunya sebagai makhluk hidup.

Penciptaan alam semesta dan semua benda yang ada di dalamnya diuraikan dalam ayat berikut:

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi:”Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab:”Kami datang dengan suka hati.” Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusan-Nya. Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami menjadikannya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (Q.S Fushshilat [41]: 11-12)

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman ?(Q.S Al-Anbiya’ [21]: 30)

Dan dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah ‘arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Makkah):”Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati.” Niscaya orang-orang kafir itu akan berkata:’ini tidak lain adalah sihir yang nyata.’”(Q.S Hud [11]: 7)

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah (Q.S Al-Dzariyat [51]: 49)

Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (Q.S Ya Sin [36]: 36)

Ayat-ayat diatas dan ayat-ayat lain yang serupa dalam Al-Qur’an mengajak manusia memikirkan dan merenungkan proses penciptaan yang dilakukan Allah dengan berbagai konteksnya dan mendorong manusia mengadakan eksperimen tentang interaksi antarberbagai subtansi yang berbeda, serta mengadakan studi tentang perubahan-perubahan kimiawi yang memunculkan subtansi baru dan seterusnya.

Bagaimana reaksi kimiawi benda-benda yang tidak bernyawa dapat menghasilkan makhluk hidup yang bernama manusia? Komponen-komponen apa saja yang terdapat dalam tanah menjadi bahan dasar penciptaan manusia? Dan, reaksi dari unsur-unsur apa saja yang menghasilkan makhluk yang mulia itu? Pertanyaan-pertanyaan ini dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang serupa dengan itu menggerakkan minat para ilmuwan berabad-abad lamanya untuk mengadakan eksperimen-eksperimen yang mencoba mengungkap rahasia bagaimana makhluk hidup terbentuk dari berbagai unsur. Ayat-ayat berikut memberikan inspirasi lebih jauh untuk melakukan penelitian lebih lanjut:

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (Q.S Al-An’am [6]: 95)

Katakanlah:”Siapakah yang member rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab:”Allah.” Maka katakanlah:”Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”(Q.S yunus [10]: 31)

Ayat-ayat seperti itu tentu saja menunjuk pada kemungkinan ditemukannya subtansi yang lebih unggul dan lebih bermanfaat lewat percampuran berbagai unsur, dan bahkan kemungkinan menemukan sebuah bentuk kehidupan yang merupakan hasil interaksi kimiawi dari beberapa komponen yang beranekaragam. Singkatnya, ayat-ayat tersebut jelas-jelas menggugah manusia agar melakukan penelitian lebih jauh dan lebih mendalam mengenai persoalan ini.

Al-Qur’an merujuk fenomena-fenomena alamiah yang dapat dijumpai manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ayat-ayat ini boleh jadi telah menarik perhatian manusia untuk mempelajari berbagai elemen dan reaksi kimiawi yang ada di dalamnya:

… padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan diantaranya ada yang meluncur jatuh, … (Q.S Al-Baqarah [2]: 74)

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizing Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamanya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (kami) bagi orang-orang yang bersyukur (Q.S Al-A’raf [7]: 58)

Aspek kimia madu merupakan petunjuk abadi bagi para ilmuwan untuk mengungkap keajaiban Tuhan yang mengubah struktur, sifat, dan kegunaan berbagai unsur kimiawi dalam kombinasi yang berbeda-beda. Dalam hal ini, Allah berfirman:

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:”Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibuat manusia.” Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang pada demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Q.S Al-Nahl [16]: 68-69)

Bagi ahli kimia, ini merupakan indikasi yang jelas bahwa campuran unsur-unsur tertentu bisa menghasilkan unsur yang baru sama sekali tidak berhubungan dengan unsur-unsur asalnya dalam hal sifat, zat, atau dampaknya.

Sebagaimana telah dikemukan pada urain sebelumnya, Al-Qur’an bukanlah kitab ilmu pengetahuan atau kitab kimia dalam pengertian harfiahnya. Akan tetapi, Al-Qur’an adalah kitab petunjuk bagi umat manusia. Dalam berbagai konteks, Al-Qur’an memberikan petunjuk mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi manusia dan sekaligus menjadi gudang ilmu pengetahuan serta menjadi pintu pembuka untuk melakukan penelitian tentang berbagai aspek kehidupan manusia. Dengan demikian, dalam Al-Qur’an di sana-sini kita temukan ayat-ayat yang mendorong pembacanya untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kimia.

Untuk itu, tidak mengherankan jika para ilmuwan Muslim memperoleh inspirasi yang amat besar dari Al-Qur’an untuk mengembangkan ilmu ini. Misalnya, dengan berbagai konteks yang berbeda kita temukan dalam Al-Qur’an tentang emas dan perak sebagai logam mulia (Q.S Ali ‘Imran [3]: 14 dan Al-Taubah [9]: 34), sebagai barang perhiasan yang mewah (Q.S Al-Zukhruf [43]: 33-53), dan sebagai tanda karunia Allah yang akan diberikan kepada para penghuni surga (Q.S Al-Hajj [22]: 23 dan Al-Kahfi [18]: 31).

Besi disebut-sebut sebagai logam yang mengandung banyak manfaat (Q.S Al-Hadid [57]: 25), sebagai contoh benda yang paling keras (Q.S Al-Isra’ [17]: 51), sebagai zat yang berwarna merah jika dipanaskan sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96), menjadi bahan pokok untuk membuat barang-barang lainnya seperti baju besi (baju perang, Q.S Saba’ [34]: 10-11), dan menjadi alat penyiksaan di neraka (Q.S Al-Hajj [22]: 21).

Demikian pula dengan timah dan tembaga yang disebut Al-Qur’an sebagai bahan pelengkap konstruksi sebuah bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96) serta ter yang dalam Surah Ibrahim [14]: 50) disebutkan sebagai pakaian penghuni neraka.

Al-Qur’an juga menyebutkan adanya sebuah benda yang mungkin bisa disebut sebagai “atom” dan benda lain yang lebih kecil dari atom (Q.S Al-Zalzalah [99]: 7-8) dalam kaitannya dengan nilai perbuatan manusia. Tidak ada satupun yang tersembunyi dari Tuhan, apakah itu lebih besar atau lebih kecil daripada atom (Q.S Saba’[34]:22). Dalam Al-Qur’an, ditemukan pula keterangan tentang reaksi-reaksi exothermal dan endothermal dalam hubungannya dengan pemanasan benda tertentu yang dikemukakan dalam konteks hukum neraka (Q.S Al-Kahfi [18]: 29; Al-Hajj [22]: 21 dan Ibrahim [14]: 50; dalam hubungannya dengan konstruksi bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96; deskripsi hari kebangkitan (Q.S Al-Ma’arij [70]: 8-9); serta makanan penghuni neraka (Q.S Al-Dukhan [44]: 45-46).

Ayat-ayat diatas dan ayat-ayat lain yang serupa dengan itu menjadi inspirasi besar bagi para ilmuwan Muslim untuk mengembangkan ilmu kimia. Bahkan istilah “kimia” (alkimiya) diberikan pertama kali oleh orang arab. Diantara nama-nama sarjana Muslim yang tercatat dalam sejarah peradaban Islam sebagai ahli kimia antara lain: Jabir ibn Hayyan, Jabir Al-Jusi, Utarid ibn Muhammad Al-hasib, ‘Utsman ibn Swayed,Dzu Al-Nun Al-Mishriy, Muhammad Ibn Zakariyya Al-Razi, Al-Farabi, Ibn Sina, ‘Abd Al-Hakim Muhammad Al-Kathi, Abu Maslamah Al-Majriti, ‘Abd Qasim Al-Qusyairy, ‘Abd Al-Hasan Al-Jayyani, Syams al-Din Al-Buni, Muhammad ibn Al-Hajji Al-Tilmisani, ‘Abd Al-Qasim Al-Iraqi, Izz Al-Din Aidamur Al-Jildaki dan ‘Ali Bek Al-Izniqi.

Fakta Kimia Dalam Al-Qur’an

Selain tentang tauhid, hukum-hukum, dan kisah-kisah, al-qur’an menyimpan banyak hal menarik di dalamnya. Dari sekian banyak bukti-bukti empiris tentang kebenaran al-qur’an, masih banyak rahasia-rahasia dalam al-qur’an yang mungkin belum bisa terpecahkan. Prediksi tentang beberapa kejadian di masa depan termaktub dalam al-Qur’an. Hal ini termasuk fakta-fakta sains dalam al-Qur’an yang memperkuat kenyataan bahwa al-Qur’an benar-benar didesain oleh sesuatu yang Maha Hebat dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu yaitu Allah SWT.

Banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang telah menunjukkan fakta-fakta ilmiah yang sesuai dengan ayat-ayat al-Qur’an. Harun Yahya adalah salah seorang yang masyhur mengungkap rahasia al-Qur’an tentang science baik tentang astronomi, embriologi, geologi, fisika, biologi, dan lain-lain.

Saya termasuk salah seorang yang ‘gereget’ terhadap bukti-buksi science dalam al-Qur’an. Masih banyak fakta menarik tentang kimia yang belum disentuh Harun Yahya dalam sekian banyak tulisannya. Yang mashur tentang kimia dalam alqur’an adalah mengenai firman Allah tentang besi dalam surat Al-Hadid. Al-Hadid merupakan surat ke-57 dalam al-Qur’an yang merupakan surat pertengahan dari keseluruhan surat (114 surat). Alhamdulillah, sejak saya kuliah di jurusan kimia, saya sudah hafal surat ini. “Barang siapa yang membaca surat Al-Hadid, Al-waqiah, dan Ar-Rahman maka dia akan dipanggil sebagai penghuni syurga firdaus” (Al-hadits), asyik nggak?. Gak perduli shahih, hasan, atau dhaifnya, yang jelas hadits ini memotifasi saya untuk menghafal dan membacanya setiap hari, gak rugi kan?. Beramal dengan mengetahui keutamaannya, kita akan semangat mengamalkan. Yang terpenting kita tidak memakai hadits maudhu (palsu) dalam beramal. Kalaulah memang dhaif, hadits-hadits mengenai keutamaan (bukan mengenai hukum) toh dianjurkan untuk diamalkan sebagaimana pernyataan imam Nawawi rah.a., apalagi jika shahih. Hadits ini saya ambil dari kitab Fadhilah Qur’an yang dikarang syaikhul hadits Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi rah.a., seorang hafidz, ulama, dan ahli hadits.

Alhamdulillah, sore itu aku shalat ashar berjamaah di mesjid al-Huna Husnul Khotimah. Namun, Innalillaahiwainnailaihi roji’un… ketika sholat, terbayang olehku gambar tabel periodik unsure kimia. He..he.. sholatnya kurang khusyu. MaasyaAllah, terbayang nomor atom besi itu 26 dan massanya 56 di tengah-tengah tabel. Setan berbisik, “massa besi dalam tabel periodik adalah 56, wah sama dengan nomor surat al-hadid yaitu 56? hebat nggak?” hati ini menjawab, bukannya al-hadid itu 57? ar-rahman kan 55, al-waqiah 56, baru setelah itu al-hadid, berarti 57!. Salah kali! (hati ini dipenuhi keraguan). Tapi karena menyadari sedang sholat, hati ini mengusahakan untuk segera membuang fikir-fikir lain selain tawajjuh pada Allah. “Pwuah!…pwuah!…pwuah!” aku berisyarat meludah ke sebelah kiri. Sebagaimana dalam hadits, apabila merasa diganggu syetan ketika sholat, boleh berbuat seperti itu dalam shalat. Tapi tidak perlu pakai mbrr…mbrr… khoeck chuah! Itu seperti dukun dan bias membatalkan shalat he..he.. Setelah sholat selesai, segera aku menuju kantor guru MTs, membuka komputer dan melampiaskan penasaran tentang itu semua.

Fakta ke-1
Allah SWT berfiman:  “…Dan Kami ciptakan besi….” (QS. Al-HAdid, 57:25)
Allah SWT menggunakan kata “anzalnaa” yang berarti “kami telah turunkan”. Depag menuliskannya dengan “ciptakan” sebagaimana tertulis diatas. Allah SWT tidak menggunakan kata “Khalaqna” yang berarti “kami telah ciptakan”. Penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa. Hal ini yang dahulu pernah juga sempat dikatakan oleh Neil Amstrong.
Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

Besi : 26Fe
Istilah besi oleh orang inggris disebut sebagai “iron”, oleh orang arab disebut dengan “hadid” orang francis menyebutnya ”fer” dan orang spanyol “hierro”. Supaya tidak membingungkan, maka telah disepakati bahwa dunia sains menamakan besi dengan “Ferrum” (Fe) dari bahasa latin. Dan hal ini berlaku untuk semua nama atom, semuanya diambil dari bahasa latin (bahasa amerika selatan).
Ada rahasia apa dibalik keputusan Allah SWT dalam memberi nama salah satu surat di al-qur’an dengan memakai satu nama atom atau logam dalam sistem periodik unsur. Kita akan sedikit memabahasnya.

Fakta ke-2 : Isotop Besi
Besi memiliki 8 isotop yaitu

52Fe Waktu Paruh 8.3 jam
54Fe Stabil
55Fe Waktu Paruh 2.7 tahun
56Fe Stabil
57Fe Stabil
58Fe Stabil
59Fe Waktu Paruh 54.5 hari
60Fe Waktu Paruh 1.500.000 tahun

Al-Hadid adalah surat ke-57 dalam al-Qur’an. Fe-57 adalah salah satu dari 4 isotop besi yang stabil. Ini bukanlah kebetulan. Nomor surat ini dirancang oleh Allah yang maha mengetahui.

Fakta ke-3 : Energi Ionisasi.
Energi ini dibutuhkan oleh suatu atom untuk menjadi ion. Fe umumnya dapat berbentuk ion Fe2+ (ferro) dan Fe3+(ferri). Tahukah kamu? tubuh kita hanya mengkonsumsi Fe2+ (ferro) dari makanan. Besi jenis Ferro inilah yang bayak terkandung dalam makanan seperti daging-dagingan dan makanannya Popeye (Spinach alias bayam), termasuk obat-obatan suplemen penambah zat besi seperti sangobion, sulfaferosus, dan lain-lain. Kata ahli gizi, sebaiknya sayur bayam jangan dibiarkan lebih dari semalam, gak bagus untuk dimakan. Tetapi jarang diantara kita yang mengetahui alasannya. Ternyata, dalam beberapa jam ferro akan segera berubah menjadi ferri. Ferri di dalam tubuh adalah sampah, tubuh kita tidak mau mengambilnya karena sifat sudah berubah. Sama halnya jika besi sudah berubah menjadi karat, berubahlah sifatnya.
Perubahan Fe2+ (ferro) menjadi Fe3+(ferri) ini menghasilkan energi ionisai sebesar 2957 kJ mol-1. 29 adalah jumlah seluruh ayat pada surat al-hadid. 57 adalah nomor suratnya. Allahuakbar!

Fakta ke-4 Penjumlahan Massa Seluruh Isotop

Besi memiliki 8 isotop (kembaran) yaitu 52Fe,54Fe,55Fe,56Fe,57Fe,58Fe,59Fe,60Fe. Jika seluruh massanya dijumlahkan maka 52+54+55+56+57+58+59+60 = 451. Kata “besi” ada pada surat ke-57 dan ayat ke-25. Jumlah kata dalam surat al-Hadid dari ayat 1 sampai dengan 25 adalah 451!

Fakta ke-5 Jumlah Kata dalam surat al-hadid
Jumlah kata dalam al-hadid adalah 574. 57 adalah nomor surat al-hadid dan 4 adalah jumlah isotop besi yang stabil.

Jika ada yang lebih teliti lagi, mungkin akan ditemukan fakta yang lebih banyak lagi. Selamat mencoba.

ILMU KIMIA DALAM AL-QURAN

Kimia merupakan salah satu dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang muncul sejak munculnya pemikiran ilmuan secara ilmiah, Kimia (dari bahasa Arab: كيمياء, atau kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: χημεία, atau khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia.

Di dalam Al-Qur’an terdapat kandungan yang merujuk pada fenomena-fenomena alamiah yang dapat dijumpai manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ayat-ayat ini juga telah menarik perhatian manusia secara tidak langsung untuk mempelajari berbagai elemen dan reaksi kimiawi yang ada di dalamnya, di antaranya yaitu ayat-ayat yang berhubungan dengan  kejadian manusia, kejadian alam yang lain :

Proses penciptaan manusia dan tindak balas yang  berlaku dari bahan yang terlibat semasa penciptaanya

“Dan sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”

[Al-Hijr:26]

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari air mani, Kemudian dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”[Faathir:11]
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, Kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.”[Ar-Ruum:20]

Penciptaan alam semesta serta reaksi yang terlibat

“Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.”[Al-Fushshilat:11]

“Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”[Al-Fushshilat:12]

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”[Al-Anbiyaa’:30]

Dorongan untuk umat Islam melakukan eksperimen mengkaji fenomena yang berlaku

 

“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, Maka Mengapa kamu masih berpaling?”[A-An’am:95]

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”     [Yunus:31]

Unsur-unsur atau elemen yang terdapat pada sesuatu kejadian

 

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, Karena takut kepada Allah. dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”

[Al-Baqarah:74]

“Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya Hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”

[Al-A’raaf:58]

Unsur kimia di dalam madu petunjuk kepada kekuasaan Allah merubah struktur, sifat dan kegunaan berbagai unsur.
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang Telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”[An-Nahl:68-69]

 

Atas dasar tersebut, sebagian ilmuwan Muslim telah banyak berjasa dalam pengembangan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), khususnya ilmu kimia. Setelah menerjemahkan dan mempelajari tulisan-tulisan tentang alkimia, baik dari Yunani maupun dari Mesir, ahli kimia Muslim menyadari bahwa alkimia yang dilakukan oleh orang-orang Yunani dan Mesir pada zaman purba itu bersifat spekulatif bercampur mistik. Oleh karena itu para ahli kimia Muslim menentangnya dan mereka melakukan eksperimen yang kemudian menghasilkan zat- zat kimia baru yang dikenal antara lain sebagai: asam, basa, alkohol, dan garam. Istilah alkali untuk basa berasal dari kata Arab “al-kali” yang berarti abu tumbuhan, dan natrium hidroksida adalah basa penting yang telah dibuat oleh ilmuwan Muslim. Eksperimen yang mereka lakukan meliputi antara lain destilasi, sublimasi, kristalisasi, oksidasi, dan presipitasi. Mereka juga telah membuat beberapa senyawa dalam jumlah besar, baik untuk keperluan ilmiah maupun pengobatan. Senyawa mineral yang telah disintesis antara lain besi sulfat, merkuri sulfida, merkuri oksida, tembaga sulfat, tembaga sulfida, natrium bikarbonat, dan kalium sulfide.

Para ahli kimia Muslim juga telah mengenal cara memperoleh tembaga murni, yaitu dengan jalan mengalirkan larutan tembaga sulfat pada potongan-potongan besi. Ini adalah suatu penemuan dalam bidang elektrokimia. Demikian pula penemuan tentang berkaratnya logam biasa bila kena udara yang lembab adalah suatu penemuan yang penting pada masa itu. Selain dalam ilmu kimia, mereka juga memberikan sumbangan dalam bidang teknologi kimia. Mereka menyempurnakan pembuatan gelas dan memberikan warna-warna dengan menggunakan oksida-oksida logam. Pembuatan baja untuk pedang yang dikenal di seluruh dunia dilakukan oleh para pekerja Muslim di kota Damaskus dan di Spanyol. Demikian pula mereka telah menyempurnakan teknologi pembuatan kertas pada abad ke-9 M.

Kertas pada awalnya dibuat oleh orang-orang Cina dengan menggunakan bahan sutera dengan proses yang rumit. Ilmuwan Muslim membuat kertas dari kapas karena kayu sangat jarang terdapat di wilayah Timur Tengah. Mereka telah mampu mengolah kapas dengan bahan-bahan kimia melalui proses kimia dalam jumlah besar, sehingga dalam abad pertengahan telah dapat dibuat jutaan buku. Penemuan pembuatan kertas dengan cara ini telah membuka cakrawala baru dalam peradaban manusia. Teknologi pembuatan kertas ini kemudian dipelajari dan dikembangkan oleh para ilmuwan di Eropa.

Meskipun penemuan salpeter atau kalium nitrat dilakukan oleh orang Cina, namun baru pada akhir pemerintahan Dinasti Thang, kira-kira tahun 906, mereka mengembangkannya hingga menjadi bahan peledak untuk keperluan senjata. Pada tahun 870, orang Arab telah melakukan penambangan salpeter. Para ahli kimia Muslim kemudian membuat bahan peledak dari saltpeter dengan menambahkan belerang, karbon, dan bahan kimia lainnya. Pada abad ke-10 M, mereka menemukan nitrogliserin yang juga merupakan bahan peledak. Hasil penemuan mereka ini diperkenalkan kepada dunia Barat dan pada abad ke-13 M, Roger Bacon, seorang ahli kimia Eropa, berhasil membuat dan mengembangkan pembuatan bahan peledak ini.

Penggunaan proses destilasi oleh para ahli kimia Muslim untuk memurnikan suatu zat merupakan revolusi dalam ilmu kimia. Mereka telah mampu memurnikan dan memperoleh berbagai macam zat kimia dalam keadaan murni. Dengan proses destilasi terhadap hasil fermentasi gula dan pati, mereka telah dapat membuat dan memurnikan alkohol yang dalam Bahasa Arab disebut al-quhul. Zat kimia yang diperoleh antara lain asam cuka, minyak lemon, minyak mawar, asam sulfat, dan aldehid. Dengan demikian, dalam periode Islamlah para ilmuwan Muslim telah mempelopori perkembangan ilmu kimia dan teknologi kimia. Di antara mereka yang berjasa dalam hal ini ialah Jabir Ibnu Hayyan, Al-Kindi, dan Ar-Razi.

Dengan beberapa penemuan penemuan yang telah di lakukan oleh para ilmuan muslim tersebut, dapat di ketahui bahwa pada dasar nya sebagian besar unsur dan materi kimia yang ada di bumi telah terkandung dengan jelas di dalam Al Qur’an. Salah satu contoh kandungan unsur kimia yang nyata di jelaskan dalam Al Qur’an adalah besi yang terkandung dalam surah Al-Hadid.

 

Al Qur’an menjelaskan tentang unsur Besi (QS. Al-Hadid, 57:52)

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.” (al-Hadid 57: 25).

Berdasarkan kandungan surah Al-Hadid di atas, para ilmuan muslim telah mengkaji kandungan yang terkandung di dalam nya yang menyatakan bahwa Allah telah menurunkan/menciptakan unsur besi yang dapat di manfaat kan oleh manusia. Pernyataan ini di kuatkan dengan fakta – fakta yang ada. Yaitu :

  • Fakta ke-1

Allah SWT berfiman:  “…Dan Kami ciptakan besi….” (QS. Al-HAdid, 57:25). Allah SWT menggunakan kata “anzalnaa” yang berarti “kami telah turunkan”. Departemen agama menuliskannya dengan “ciptakan” sebagaimana tertulis diatas. Allah SWT tidak menggunakan kata “Khalaqna” yang berarti “kami telah ciptakan”. Penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar. Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Sistem tata surya (bumi) tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa. Hal ini yang dahulu pernah juga sempat dikatakan oleh Neil Amstrong. Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan. Besi : 26Fe Istilah besi oleh orang inggris disebut sebagai “iron”, oleh orang arab disebut dengan “hadid” orang francis menyebutnya ”fer” dan orang spanyol “hierro”. Agar tidak membingungkan, maka telah disepakati bahwa dunia sains menamakan besi dengan “Ferrum” (Fe) dari bahasa latin.

  • Fakta ke-2 : Isotop Besi

Besi memiliki 8 isotop yaitu:

Al-Hadid adalah surat ke-57 dalam al-Qur’an. Fe-57 adalah salah satu dari 4 isotop besi yang stabil. Ini bukanlah kebetulan. Nomor surat ini dirancang oleh Allah yang maha mengetahui.52Fe Waktu Paruh 8.3 jam
54Fe Stabil
55Fe Waktu Paruh 2.7 tahun
56Fe Stabil
57Fe Stabil
58Fe Stabil
59Fe Waktu Paruh 54.5 hari
60Fe Waktu Paruh 1.500.000 tahun

  • Fakta ke-3 : Energi Ionisasi.

Energi ini dibutuhkan oleh suatu atom untuk menjadi ion. Fe umumnya dapat berbentuk ion Fe2+ (ferro) dan Fe3+(ferri). Dimana di ketahui bahwa tubuh manusia hanya mengkonsumsi Fe2+ (ferro) dari makanan. Besi jenis Ferro inilah yang bayak terkandung dalam makanan seperti daging-dagingan dan makanannya Popeye (Spinach alias bayam), termasuk obat-obatan suplemen penambah zat besi seperti sangobion, sulfaferosus, dan lain-lain. Ahli gizi,mengatakan sebaiknya sayur bayam jangan dibiarkan lebih dari semalam, karena tidak memberikan dampak yang baik untuk dikonsumsi. Hal ini di karenakan dalam beberapa jam ferro akan segera berubah menjadi ferri. Ferri di dalam tubuh adalah sampah, Dimana tubuh tidak mau mengambilnya karena sifat sudah berubah. Sama halnya jika besi sudah berubah menjadi karat, berubahlah sifatnya. Perubahan Fe2+ (ferro) menjadi Fe3+(ferri) ini menghasilkan energi ionisai sebesar 2957 kJ mol-1. 29 adalah jumlah seluruh ayat pada surat al-hadid. 57 adalah nomor suratnya.

  • Fakta ke-4 Penjumlahan Massa Seluruh Isotop

Besi memiliki 8 isotop (kembaran) yaitu 52Fe,54Fe,55Fe,56Fe,57Fe,58Fe,59Fe,60Fe. Jika seluruh massanya dijumlahkan maka 52+54+55+56+57+58+59+60 = 451. Kata “besi” ada pada surat ke-57 dan ayat ke-25. Jumlah kata dalam surat al-Hadid dari ayat 1 sampai dengan 25 adalah 451.

  • Fakta ke-5

Jumlah Kata dalam surat al-hadid Jumlah kata dalam al-hadid adalah 574. 57 adalah nomor surat al-hadid dan 4 adalah jumlah isotop besi yang stabil.

Demikian fakta Fe (besi) yang di jelaskan dalam surah Al-Hadid, dah hubungan nya secara nyata terhadap surah tersebut. Selain Fe, terdapat kandungan kandungan tentang ilmu kimia (meliputi unsur-unsur dan fenomena lainya) yang di jelaskan secara tidak langsung di dalam Al qur’an melalui fenomena alam  dan perlu pengkajian lebih lanjut. Manusia sebagai ciptaan Tuhan dengan kesempurnaan akal pikirannya, di dalam ajaran Islam, dianjurkan untuk membaca ayat-ayat yang tersirat lewat fenomena dan keteraturan alam. Dengan mengetahui dan merenungi berbagai keteraturan dan fenomena alam yang ada akan menimbulkan keimanan, ketakwaan, dan kesadaran rohaniyah dalam diri manusia bahwa betapa kecilnya makhluk manusia dan betapa besarnya Tuhan sebagai pencipta alam semesta serta segala isinya.

Islam adalah agama yang menjadi sumber inspirasi dan motivasi dalam hal pengkajian berbagai fenomena alam. Dimana sebagian besar fakta dan penjelasan (salah satu nya yaitu ilmu kimia) telah terkandung dengan jelas di dalam Al Qur’an. Nabi Muhammad SAW (Salallahu ‘Alaihi Wassalam) mengatakan bahwa “Ilmu tanpa iman bencana, iman tanpa ilmu gelap”. Dengan demikian harus dilakukan pengkajian fenomena alam dalam rangka pengembangan IPA dalam konteks mempertebal iman, takwa, dan sikap rohaniyah kepada Tuhan dengan berpijak pada sejarah bagaimana kejayaan Islam dalam penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan sejak zaman pertengahan hingga sekarang adalah merupakan kesinambungan dan perubahan.

Hubungan No Numerik dalam Al-qur’an dengan Kimia

Dipastikan Hampir setiap muslim telah hafal huruf-huruf Arab (huruf hijaiyah), tetapi mungkin hanya sedikit kamu yang mengetahui urutan abjad yang benar…
Kalau selama ini kita mengenal abjad Arab dari alif sampai ya’….
Urutan huruf tersebut adalah abjad Arab yang disusun dan dikelompokkan menurut kemiripan bentuknya…. 
Sedangkan urutan abjad Arab yang sebenarnya adalah dari alif sampai ghain…..
Lo koq gt????
Yuk simak beberapa penjelasan di bawah ini….

1. ALIF = 1
2. BA = 2
3. JIM = 3
4. DAL = 4
5. HA = 5 (untuk kata Arab Huwa)
6. WAU = 6
7. ZA = 7
8. HA = 8 (untuk kata Arab Hayyun)
9. THA = 9
10. YA’ = 10
11. KAF = 20
12. LAM = 30
13. MIM = 40
14. NUN = 50
15. SIN = 60
16. ‘AIN = 70
17. FA’ = 80
18. SHAD = 90
19. QAF = 100
20. RA’ = 200
21. SYIN = 300
22. TA’ = 400
23. TSA’ = 500 (untuk kata Arab Tsa-laa-stah)
24. KHA’ = 600
25. DZAL = 700
26. DHAD = 800
27. DHLA = 900 (untuk kata Arab Dhluhur)
28. GHAIN = 1.000

Trus Gimana????
Aduh Aduh sendiri juga bingung ne….
tapi seteelah menemukan satu fakta yang bersangkutan dengan pelajaran kimia….
Gue mulai mengerti….
Apa itu???
Contohnya Nomor Atom Fe…

Jika kita buka buku-buku kimia, maka kita akan menemukan nomor atom unsur Fe (besi) adalah 26…

Di dalam Al Qur’an kata besi menggunakan istilah HADIID, perhatikan QS. Al Hadiid ayat 25,
Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.”

Sekarang marilah kita hitung nilai numerik dari kata HADIID (besi)!
Ha = 8, Dal = 4, Ya = 10, Dal = 4, Total = 8 + 4 + 10 + 4 = 26.

Jelaslah bahwa Al Qur’an sumber ilmu pengetahuan yang tidak terbatas. Sungguh merugilah kita sebagai umat Islam yang memiliki Al Qur’an kalau tidak mau mempelajari Al Qur’an dan menyingkap informasi penting di dalamnya.

Al-Quran dan Ilmu Kimia

Al-Qur’an diturunkan pada 14 abad yang lalu oleh Allah. Al-Qur’an bukan buku ilmiah. Akan tetapi, kitab ini mencakup beberapa penjelasan ilmiah dalam tautan keagamaannya. Penjelasan ini tidak pernah bertentangan dengan temuan-temuan ilmu modern. Sebaliknya, fakta-fakta tertentu yang baru ditemukan dengan teknologi abad ke-20 itu sebenarnya telah diungkapkan dalam Al-Qur’an 14 abad silam. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan salah satu bukti terpenting yang menegaskan keberadaan Allah.

Ilmu kimia yang merupakan salah satu dari cabang penjurusan ilmu pengetahuan alam,suatu ilmu yang menjelaskan struktur perubahan dari suatu objek setara,yang di akibatkan oleh suatu reaksi, ternyata, pengetahuan kimia tersebut telah diungkapkan dalam Al-qur’an sejak zaman kiwari.Adapun penjelasan secara detail nya, baru bisa dijelaskan pada zaman baru-baru ini.

Berikut, beberapa ayat-ayat Al-qur’an terhadap ilmu kimia, beserta tafsirannya :
Keseimbangan dalam atom

لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak mungkin mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (yaasin : 40)

Sebuah atom dan pergerakannya, merupakan miniatur dari pergerakan galaksi kita. Kita perlu meninjau lebih jauh ke perincian tentang struktur sempurna yang berada di dalam sebuah atom. Seperti yang Anda ketahui, elektron terus berputar mengelilingi inti atom karena muatan listriknya. Semua elektron bermuatan negatif (-) dan semua netron bermuatan positif (+). Muatan positif (+) dari inti atom menarik elektron kepadanya. Karena alasan ini, elektron tidak meninggalkan inti, meskipun ada gaya sentrifugal (yang menarik elektron menjauhi inti) yang terjadi akibat kecepatan elektron.

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.(Az-zariat : 49)
Atom memiliki elektron di bagian luarnya dan proton dalam jumlah sama di bagian pusatnya. Maka, muatan listrik atom berada dalam keadaan seimbang. Namun, baik volume maupun massa proton lebih besar daripada elektron. Jika kita membandingkannya, perbedaan di antara kedua partikel ini adalah seperti perbedaan antara manusia dengan sebutir kacang kenari. Walaupun demikian, muatan listrik total keduanya tetap sama besar.

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Sungguh, Kami menciptakan sesuatu menurut ukuran. (al-qamar : 49)
Fenomena air hujan

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman ?(Q.S Al-Anbiya’ [21]: 30)

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ

وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan oleh Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan didalamnya bermacam macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, semua itu sungguh, merupakan tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mengerti. (al-baqarah : 164)

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. An Nahl, 16:10-11)

Air hujan yang mencapai awan setelah diuapkan dari laut mengandung zat-zat tertentu “yang menghidupkan” negeri yang telah mati. Air “pemberi kehidupan” ini disebut “air tensi permukaan”. Air tensi permukaan terbentuk pada tingkat puncak permukaan laut yang oleh para biolog disebut “lapisan mikro”. Di lapisan ini, yang ketipisannya kurang dari sepersepuluh milimeter, terdapat banyak sisa organik yang disebabkan oleh polusi zooplankton dan ganggang mikroskopik. Beberapa sisa ini menyeleksi dan menghimpun dalam lubuk mereka beberapa unsur yang amat jarang di air laut, seperti fosfor, magnesium, potasium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobalt, dan timah. Air yang bermuatan “penyubur ini” terangkat ke langit oleh angin dan setelah beberapa saat kemudian jatuh ke tanah di dalam air hujan. Benih dan tanaman di bumi mendapati banyak garam metalik dan unsur-unsur yang esensial bagi pertumbuhan mereka di sini di air hujan ini. Peristiwa ini diungkapkan di sebuah ayat lain dalam Al-Qur’an:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Dan Kami turunkan dari langit air yang membawa berkah, dan dengan itu Kami tumbukan kebun-kebunan dan biji-bijian yang dapat dipanen. (Surat Qaaf, 9)

Garam-garam yang jatuh dengan hujan merupakan contoh kecil unsur-unsur tertentu (kalsium, magnesium, potasiom, dsb.) yang dipakai untuk menambah kesuburan. Logam-logam berat yang terdapat di tipe-tipe aerosol ini merupakan unsur lain yang menambah kesuburan dalam pertumbuhan dan pemproduksian tanaman.

Lebah dan cairan madu
Aspek kimia madu merupakan petunjuk abadi bagi para ilmuwan untuk mengungkap keajaiban Tuhan yang mengubah struktur, sifat, dan kegunaan berbagai unsur kimiawi dalam kombinasi yang berbeda-beda. Dalam hal ini, Allah berfirman:

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ.
. ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:”Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibuat manusia.” Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang pada demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Q.S Al-Nahl [16]: 68-69).

Bagi ahli kimia, ini merupakan indikasi yang jelas bahwa campuran unsur-unsur tertentu bisa menghasilkan unsur yang baru sama sekali tidak berhubungan dengan unsur-unsur asalnya dalam hal sifat, zat, atau dampaknya.
Keseimbangan Di Atmosfer

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Allah yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (al-baqarah :29)

ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ.
. فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi:”Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab:”Kami datang dengan suka hati.” Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusan-Nya. Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami menjadikannya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (Q.S Fushshilat [41]: 11-12)
Atmosfer bumi terdiri atas empat gas utama, yaitu nitrogen (78%), oksigen (21%), argon (kurang dari 1%), dan karbon dioksida (0,03%). Gas yang ada di atmosfer dapat dibagi ke dalam dua kelompok: “gas yang reaktif” dan “gas yang tidak reaktif”. Analisis terhadap gas-gas reaktif mengungkap bahwa reaksi yang melibatkan gas reaktif sangat penting bagi kehidupan, sedangkan gas-gas yang tidak reaktif akan menghasilkan senyawa yang merusak jika bereaksi. Misalnya, argon dan nitrogen adalah gas tidak aktif, yang hanya dapat bereaksi secara terbatas. Bila kedua gas tersebut mudah bereaksi seperti oksigen, lautan akan berubah menjadi asam nitrat. Sebaliknya, oksigen bereaksi dengan atom-atom lain, senyawa organik, dan bahkan batuan. Reaksi tersebut menghasilkan molekul-molekul dasar kehidupan seperti air dan karbon dioksida.

Sebagaimana telah dikemukan pada urain sebelumnya, Al-Qur’an bukanlah kitab ilmu pengetahuan atau kitab kimia dalam pengertian harfiahnya. Akan tetapi, Al-Qur’an adalah kitab petunjuk bagi umat manusia. Dalam berbagai konteks, Al-Qur’an memberikan petunjuk mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi manusia dan sekaligus menjadi gudang ilmu pengetahuan serta menjadi pintu pembuka untuk melakukan penelitian tentang berbagai aspek kehidupan manusia. Dengan demikian, dalam Al-Qur’an di sana-sini kita temukan ayat-ayat yang mendorong pembacanya untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kimia.

Riset Al-Quran & Kimia: Pasangan (Azwaajun) dalam Perspektif Ilmu Kimia

Al-Qur’an telah menyebutkan istilah tentang pasangan dalam beberapa ayat. Salah satu ayatnya adalah QS Yasiin ayat 36 yang artinya :

Maha Suci (Allah)  yang telah menciptakan semuanya berpasangan-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS.Yaasiin, 36 : 36)

Kebanyakan orang ‘awam mengartikan pasangan sebagai sesuatu hal yang berbeda jenisnya dan menjadi pasangan sebagai contoh pasangan suami – istri, ayah – ibu, kakak – adik, laki – laki dengan perempuan atau mengartikan pasangan sebagai sesuatu yang berkebalikan misalnya siang – malam, panjang – pendek, baik – buruk, positif – negatif dan lain-lain. Bagaimana seorang ahli kimia dalam memandang istilah pasangan ini? Apakah sama dengan masyarakat ‘awam pada umumnya? Tentu saja tidak demikian.

Allah SWT sebagai Sang Kreator Sejati telah menciptakan makhluk di bumi ini untuk menghidupi bumi ini dan juga untuk beribadah kepada – Nya.  Allah telah menciptakan makhluk – Nya berpasang – pasangan, baik yang diketahui ataupun tidak diketahui  oleh manusia. Manusia tidak mengetahui hal tersebut karena dua alasan. Pertama tidak mengetahui karena memang tidak mengetahui dan tidak mempelajari ilmunya. Kedua, tidak mengetahui karena memang tidak dapat dilihat dengan kasat mata (dunia nanokosmik/atomisitas) yang dapat diketahui keberadaanya dengan eksperimen dan peralatan yang super canggih. Allah telah memberikan potensi pada manusia yang sangat berharga  yaitu berupa akal. Dengan izin Allah manusia dapat memanfaatkan akalnya untuk memikirkan segala apa yang ada dibumi sebagai tanda kekuasaan Allah SWT. Salah satunya adalah pasangan yang tidak diketahui oleh sebagian manusia yaitu pasangan partikel – anti partikel yang terdapat suatu atom, materi yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata.

Pasangan (Azwaajun) dalam Perspektif Ilmu Kimia

Dalam ilmu kimia pasangan yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an adalah pasangan partikel yang menyusun atom. Suatu atom netral akan mengandung partikel positif dan negatif  yang akan membentuk pasangan. Pasangan tersebut adalah elektron dengan proton dan juga pasangan elektron dengan positron. Elektron, proton dan positron merupakan partikel yang terdapat dalam atom.

Pasangan partikel atom yang pertama adalah elektron dan proton. Elektron merupakan partikel bermuatan negatif  yang mengelilingi inti atom. Elektron ditemukan J. J. Thomshon, ia mengajukan pandangannya bahwa suatu atom dapat dibayangkan sebagai suatu materi yang seragam dan bermuatan positif  dengan elektron yang tersebar merata mengelilingi atom. Sedangkan proton merupakan partikel bermuatan positif yang terdapat dalam inti atom bersama dengan neutron. Menurut proposisi Rutherford muatan positif atom seluruhnya terkumpul dalam inti (nukleus), yaitu suatu inti pusat yang padat yang terletak didalam atom.  Dalam suatu percobaan ditemukan bahwa muatan setiap proton mempunyai magnitudo (besar) yang sama dengan elektron dan massanya 1,67262 x 10-24 g, sekitar 1840 kali massa atom yang muatannya berlawanan dengan elektron. (Chang, 2003 : 33 – 34)

Pasangan partikel yang selanjutnya

adalah elektron dan positron. Partikel positron ini muncul karena perpaduan teori mekanika kuantum dan relatifitas. Teori mekanika kuantum merupakan teori mekanika bagi objek-objek yang sangat kecil, atom dan penyusunnya yaitu elektron, proton dan neutron. Sedangkan teori relatifitas merupakan teori mekanika bagi objek-objek yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Pada tahun 1928, Paul Andre Maurice Dirac ahli fisika dari inggris mengajukan teori kuantum relatifistik dalam bentuk persamaan diferensial orde pertama dan dikenal sebagai persamaan dirac. Persamaan dirac secara spesifik merupakan teoei untuk partikel dengan spin setengah seperti elektron, proton dan neutron. Teori dirac memberi bonus teoretis partikel yakni partikel yang mempunyai spin dan massa sama dengan elektron tetapi muatannya positif. Partikel ini disebut positron yang terbukti benar secara eksperimen oleh carl anderson pada tahun 1932.  Positron sering dilambangkan dengan e+ untuk membedakannya dengan elektron (e-). Positron mempunyai massa dan spin sama dengan elektron, tetapi muatannya berlawanan (positif). Karena positron lahir dari kerangka teori untuk elektron maka positron dikatakan pasangan dari elektron. (Purwanto, 2008 : 332 – 333)

Elektron nomor massanya nol, dan nomor atomnya -1 sebab muatannya negetif. Sedangkan positron memiliki massa yang sama dengan elektron, tetapi membawa muatan +1. ( Chang, 2003 : 258)

Temuan positron ini memunculkan wacana baru anti-partikel, setiap partikel mempunyai pasangan anti-partikelnya. Proton yang bermuatan  positif mempunyai pasangan anti proton yang bermuatan negatif, neutron mempunya pasangan anti neutron yang sama bermuatan nol. Anti proton dan anti neutron ditemukan pada tahun 1955 dan 1957. Pasangan positron – elektron, proton – anti protron, neutron – anti neutron merupakan pasangan partikel – anti partikel. (Purwanto, 2008 : 333 – 334).

Pasangan partikel – anti partikel yang disebutkan secara tersirat dalam Al-Qur’an yakni dalam QS.Yaasiin 36 : 36. Terdapat dua kata kunci dari ayat tersebut, yaitu : “Al-Azwaaja” yang berarti “pasangan” dan “laa ya’lamuun” yang berarti “tidak mereka ketahui”. Pasangan yang tidak diketahui kebanyakan manusia dan hanya diketahui oleh orang – orang tertentu yang memang mendalami ilmu tersebut yakni ilmu kimia khususnya kimia kuantum. Pasangan tersebut adalah pasangan partikel – anti partikel yang terdapat dalam suatu materi yang disebut atom. Atom bukanlah unsur terkecil, tetapi masih dapat dibagi lagi menjadi sub atom penyusun – penyusunnya dan atom berasal dari ketiadaan suatu materi (vacuum). Pasangan elektron – proton, positron – elektron, proton – anti protron, neutron – anti neutron merupakan pasangan partikel – anti partikel.

Referensi :

Agama RI, Departemen, 2005, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Bandung : Syaamil.

Chang, Raymond, 2003, Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti, Jilid 1, Alih bahasa : Muhammad Abdulkadir M., dkk, Jakarta : Erlangga.

Chang, Raymond, 2003, Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti, Jilid 2, Alih bahasa : Suminar Setia Achmadi, Jakarta : Erlangga.

Purwanto, Agus, 2008, Ayat-Ayat Semesta : Sisi Al-Qur’an yang Terlupakan, Bandung : Mizan

Al Quran dan Kimia

Sesunggunya hubungan al quran dengan sains memang tidak boleh dipisahkan lagi.Bukan kerana Al Quran itu ialah buku sains,tetapi Al Quran ialah mukjizat Allah s.w.t yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad s.a.w untuk kegunaan manusia sejagat.Malah Al Quran juga mempunyai kaitan yang rapat dengan salah satu cabang dari ilmu sains iaitu kimia.Hubungan Al Quran dengan kimia dapat dilihat dengan penemuan besi di dalam Al Quran iaitu pada surah Al Hadid (Besi) .Malah maksud surah tersebut sudah jelas bermaksud besi.Surah al Hadid ialah surah yang ke 57 yang berada di pertengahan Al Quran.

Menurut para ahli besi,besi ialah unsur yang tidak boleh diciptakan melalui proses semulajadi di bumi ini.Mungkin inilah mengapa besi mempunyai erti khusus sampai dijadikan nama surah.

“Dan kami telah menurunkan besi ,padanya ada kekuatan yang hebat serta berfungsi berbagai manfaat untuk manusia.”

( surah al Hadid ayat 25)

Ada satu surah dalam al Quran dalam Al Quran yang memakai nama logam,iaitu Surah al Hadid yang bermaksud besi.dalam nama Latin,besi dikenal sebagai Ferum,Fe.

Dalam surah al Hadid ayat 25,Allah berfirman “wa anzalnaal hadiid..Meskipun kata anzal sangat jelas ertinya iaitu menurunkan ,banyak pentafsir al Quran yang ragu-ragu menterjemahkan perkataan “anzal” ini.Sebab yang banyak dijelaskan oleh Allah memakai kata anzal biasanya untuk air atau kitab dan sekarang besi.Kalau diterjemahkan “Dan Kami turunkan besi “, tentu harus dijelaskan bagaimana peristiwa “turunya” besi itu,Bukankah besi itu hasil pengolahan bijih besi dalam tanah,bukannya jatuh dari atas?

Zaman telah berlalu dan kini pada abad yang ke-20 baru dapat difahami oleh para ilmuwan sedangkan al Quran diwahyukan pada abad ke-7.Baru sekarang para Ilmuwan mengetahui bahawa besi di bumi ternyata turun dari langit,sebab besi tercipta daripada bintang-bintang melalui proses nukleosintesis.Ketika bintang-bintang itu mati (padam)lantaran kehabisan bahan bakar hidrogen(H) ,besi itu (bersama-sama unsur lain)dihamburkan ke ruang angkasa.

Unsur berat dalam alam semesta ialah dihasilkan oleh nuklid bintang besar .Sisitem solar kita  bagaimanapun tidak mempunyai struktur sesuai untuk menghasilkan besi baginya.Besi hanya dapat dihasilkan oleh bintang yang lebih besar daripada matahari  iaitu suhunya mencecah beratus juta celcius.Apabila besi mencapai amaun melebihi peringkat tertentu dalam sebuah bintang,bintang ini tidak lagi dapat menampungnya dan akhirnya meletup dalam satu letupan yang dipanggil nova atau supernova.Hasil daripada letupan ini,meteor yang mengandungi besi berserakan ke seluruh alam semesta dan mereka bergerak melali ruang di angkasa sehingga ditarik oleh daya graviti sesuau jasad di cakarewala.

Selain itu,,elemen utama pada pusat bumi iaitu teras bumi yang berjejarikan 3470 km ialah besi (Fe) dengan kandungannya 90% dan nikel(Ni) dan belerang(S).Fungsi utama besi di pusat bumi Allah telah jelaskan dalam ayat yang berbunyi fiihi ba’sun syadiid (padanya ada kekuatan hebat).Besi di pusat bumi itu menimbulkan kekuatan yang hebat yang berupa magnet dan tarikan graviti.

Firman Allah selanjutnya pada Al hadiid(ayat 25) yang bermaksud serta berbagai manfaat untuk manusia.Manfaat yang perlu disebutkan paling dahulu(sebab manusia sering lupa) ialah bahawa besi merupakan salah satu unsur yang membangun haemoglobin,protein dalan darahyang berfungsi mengikat oksigen yang kita menghirupnya dari udara.Ketika oksigen masuk ke dalam paru-paru kita,oksigen itu segera ditangkap oleh besi dalam haemoglobin,kemudian dihantar oleh darah ke seluruh tubuh kita untuk proses metabolisme.Jelas sekali Allah memelihara kelangsungan hidup kita melalui besi.

Jika dalam tubuh kita ,ion besi (Fe2+)cuma sedikit ,tentu sedikit pula kandungan haemoglobin dalam darah dan hal ini akan mengganggu transportasi oksigen dalam tubuh.Inilah yang disebut iron-deficiency anaemia atau kurang darah..

Ada hal lain yang menarik mengenai Surah al Hadid ini.Ketika surah-surah di dalam al Quran disusun oleh Nabi Muhammad s.a.w ,Malaikat Jibril menyuruhnya supaya menempatkan Surah al Hadid ditengah-tengah iaitu surah yang ke 57dari 114 surah.Baru pada abad ke-20 para ilmuwan mengetahui bahawa besi ternyata unsur tengah-tengah..Sebagaimana sebelum ini,bahagian tengah bumi kita tersusun oleh besi .

Memang sedikit aneh jika Allah s.w.t dalam memberi nama salah satu surah dalam al Quran dengan memakai salah satu atom atau logam dalam Sistem Periodik Unsur(Periodic Table).Ternyata ada beberapa hal menarik yang akan sedikit kita bahas.Ada dua hal yang perlu diketahui sebelum membahas lebih jauh iaitu lambang atom dan isotop.

Lambang atom

Atom disusun olehtiga partikel iaitu proton(+),neutron(0) dan elektron(-)

Isotop
Isotop ialah atom-atom yang sama elemen dengan berbeza nombor neutron(atau sama nombor proton tetapi  tetapi berbeza nombor nukleon).Umpamakan sahaja isotop itu dengan kembar.Satu jenis atom yang sama seperti helium ternyata memiliki berat yang berbeza-beza.Hal ini kerana kandungan neutronnya berbeza.Yang satu memiliki satu neutron dan satu lagi dua neutron.Sifat-sifat semua isotop ialah sama namun perbezaan jumlah neutron menyebabkan sifat kestabilan berbeza kerana berat jisimnya berbeza.Isotop suatu atom ada yang stabil dan yang tidak stabil.Atom yang tidak stabil memiliki potensi untuk mengalami tindak balas nuklear .

Besi memiliki 8 isotop .Al Hadid adalah surah ke 57 dalam al Quran.Fe57 ialah satu daripada 4 isotop besi yang stabil.Antara isotop bagi besi ialah 

52Fe, 54Fe, 55Fe, 56Fe ,57Fe,Fe5859Fe, 60Fe.

Jika seluruh beratnya dijumlahkan maka

52+54+55+56+57+58+59+60=451.

Kata ‘besi’ ada pada surah ke- 57 dan ayat ke- 25.

Jumlah kata dalam surah al Hadid dari ayat 1 hingga ayat 25 ialah 451.

Jumlah seluruh kata dalam surah al Hadid ialah 574.57 ialah nombor surah al Hadid dan 4 ialah jumlah isotop besi yang stabil.

Kemudian, jika kita menghitung kalimah ‘Allah’ dari awal surah al Hadid sampai ayat 25 (yang mengandungi kalimah al hadid ) ternyata kalimah Allah muncul 26 kali sesuai dengan kedudukan besi dalam Sistem Periodik Unsur(Periodic Table).Subhanallah!

Electron arrangement of iron.

kedudukan besi dalam Periodic Table

Periodic Table

Beberapa unsur kimia dalam alquran

Tingkat energi elektron=spektrum atom=dihasilkan oleh atom yang mengeluarkan energi berupa radiasi cahaya

Atom dapat menyerap atau memancarkan energi dalam bentuk paket(kuanta), energinya berupa radiasi elektromagnetik. Jumlah energi tersebut menjadi energi kuantum.

Teori kuantom = dpt menjelaskan berapa besar radiasi energi yang diserap atau yang dipancrkan.Jika atom bereaksi maka elektron akan bergerak kepada energi yang lebih tinggi, ketika pada tingkat energi tertentu maka atom menjadi tidak stabil, sehingga elektronnya jatuh kepada orbit yang lebih rendah. Perpindahan tersebut menjadikan elektron mengubah energinya dalam jumlah tertentu.

(Bagian ini didasarkan pada Ömer Çelakıl itu “Building Blocks Alam Semesta dalam Al-Qur’an” buku dan berisi perhitungan akurasi yang telah dikonfirmasi.)

Seluruh alam semesta, bumi tempat tinggal kita dan semua entitas hidup dan mati adalah terdiri dari berbagai kombinasi unsur. Meskipun atom yang terdiri dari unsur-unsur yang semuanya terbuat dari partikel yang sama, mereka memiliki karakteristik yang berbeda. Apa dasarnya membuat unsur-unsur berbeda satu sama lain adalah nomor atom mereka, jumlah proton dalam inti mereka, dengan kata lain. Ada satu proton dalam hidrogen, elemen paling ringan, 2 dalam helium, yang paling ringan berikutnya, 79 emas, 8 dalam sebuah atom oksigen dan 26 zat besi. Properti yang membedakan emas dari besi, atau besi dari oksigen hanyalah perbedaan jumlah proton dalam atom mereka. Udara yang kita hirup, tubuh manusia, setiap tanaman atau hewan atau planet di ruang angkasa, hidup atau mati, manis atau asam, padat atau cair, benar-benar semuanya, terdiri dari proton, neutron dan elektron sebagai bukti dalam Penciptaan agung Allah. (Untuk rincian, lihat Keajaiban Atom [Ta-Ha Publishers Ltd])

“Hadid” berarti nama salah satu Surah dalam Al-Qur’an “besi,” salah satu elemen. Unsur-unsur lain dan nomor atom mereka dan massa juga ditunjukkan dalam Surah. (Allah mengetahui kebenaran.) Untuk kata lain, al-Hadid, yang menyandang nama besi, berisi informasi tentang atom yang membentuk materi di alam semesta, diberikan 1.400 tahun yang lalu. Penyediaan informasi ini, pada saat unsur-unsur dan nomor atom mereka tidak ditemukan, lagi-lagi keajaiban Al Qur’an.

Urutan huruf Arab dalam Surat al-Hadid adalah sedemikian bahwa mereka mewakili ekspresi yang mengandung perintah Tuhan kita dan saran di satu sisi dan indikasi tentang atom di sisi lain.

* Studi ini dilakukan mengambil huruf Arab “Ra” sebagai “R” dalam huruf Barat atau “Mim” sebagai huruf “M.” Urutan surat-surat yang mewakili elemen tidak dianggap. Hal ini cukup untuk huruf muncul berdampingan. Karena huruf di Kr elemen, misalnya, tidak mewakili unsur lain dengan nama “Rk.”

Para ilmuwan telah mengidentifikasi 92 unsur-unsur alam. Unsur buatan juga telah diperoleh dengan berbagai eksperimen dalam beberapa kali, tetapi ini jarang ditemukan di Bumi. Untuk saat ini, keberadaan dari 110 unsur telah diverifikasi oleh International Union of Murni dan Terapan Kimia (IUPAC).

Radon = 86Rn

Para Radon elemen (Rn) ditemukan oleh kimiawan Jerman Friedrich E. Dorn pada tahun 1900, ratusan tahun setelah wahyu Al-Qur’an. Unsur ini jarang ditemukan di alam. Radon adalah unsur radioaktif dan digunakan dalam perawatan medis.

Jumlah surat dari awal ayat sampai huruf “R” muncul: 86

Atom jumlah elemen “R”: 86

(QS. Al-Hadid, 22)

Zirkonium = 40Zr

Zirkonium (Zr) ditemukan oleh kimiawan Jerman Heinrich Klaproth Martin pada 1789. Referensi untuk elemen ini, yang digunakan dalam inti reaktor nuklir, ratusan tahun sebelumnya di Al Qur’an, sebuah keajaiban besar.

Ada 40 surat-surat antara waktu pertama bahwa huruf “Z” dan “R” muncul bersama-sama dan awal dari ayat ini. Nomor atom Zirkonium, Zr simbol kimia, adalah 40. Ada juga 91 surat-surat antara pertama kalinya huruf “Z” dan “R” datang bersama dan akhir ayat. Dan nomor itu adalah berat atom Zirkonium.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan surat-surat Zr: 40

Atom jumlah elemen “Zr”: 40

(QS. Al-Hadid, 13)

Tantalum = 73Ta

Para Tantalum elemen (Ta) ditemukan oleh kimiawan Swedia Anders Ekeberg pada tahun 1802. Ini adalah unsur yang sangat keras dengan titik leleh yang sangat tinggi. Oleh karena itu digunakan di berbagai bidang seperti listrik dan elektronik. Selain itu, karena unsur ini tidak bereaksi dengan cairan tubuh, juga digunakan dalam kedokteran. Elemen ini, ditemukan berabad-abad setelah pewahyuan Al Qur’an, adalah salah satu yang paling langka di alam.

Ada 73 surat-surat dari awal ayat tersebut untuk pertama kalinya huruf “T” dan “A” muncul bersama-sama. Angka itu adalah jumlah atom Tantalum.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan huruf “Ta”: 73

Nomor atom dari elemen “Ta”: 73

(QS. Al-Hadid, 16)

Fluor = 9F

Para Fluor elemen (F) ditemukan oleh kimiawan Perancis Henri Moissan pada tahun 1886. Ada 9 huruf antara awal ayat dan penampilan pertama dari huruf “F” dalam Surat al-Hadid.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan huruf “F”: 9

Atom jumlah unsur “F”: 9

(QS. Al-Hadid, 1)

OKSIGEN = 8o

Oksigen adalah salah satu elemen paling umum di Bumi, dan ditemukan pada 1770 oleh dua ilmuwan yang terpisah dari satu sama lain: Swiss Carl Scheele dan Joseph Priestley dari Inggris.

Ada 8 surat-surat dari awal ayat dengan huruf pertama “O” dalam Surat al-Hadid. “O” diwakili oleh huruf Alif dalam bahasa Arab. Simbol Oksigen adalah “O” dan nomor atom 8.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan huruf “O”: 8

Atom jumlah elemen “O”: 8

(QS. Al-Hadid, 1)

Samarium = 62Sm

Ilmuwan Perancis Paulus Lecoq de Boisbaudran menemukan elemen Samarium (Sm) pada tahun 1879.

Dalam Surah huruf “S” dan “M” pertama datang bersama setelah surat ke-62. Surat-surat ini muncul bersama sebagai “M” dan “S.” Tetapi tidak ada unsur bantalan singkatan Ms, kebalikan dari Sm.

Jumlah surat-surat dari awal ayat tersebut untuk huruf “Sm”: 62

Atom jumlah elemen “Sm”: 62

(QS. Al-Hadid, 15)

POTASSIUM = 39K

Kimiawan Inggris Sir Humphrey Davy pertama memperoleh Kalium elemen (K) dengan menggunakan elektrolisis pada tahun 1807. Kalium merupakan persyaratan bagi tanaman dan hewan dan juga tubuh manusia, dan berlimpah di alam. Ini juga memiliki bidang luas aplikasi, dari membuat bahan peledak untuk obat.

Ada 39 surat-surat antara awal Surat al-Hadid dan penampilan pertama dari huruf “K,” Angka yang sedang massa atom elemen. Selain itu ada 19 huruf antara awal ayat dan di sini. Dan perlu dicatat bahwa ini adalah nomor atom unsur K.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan huruf “K”: 39

Massa atom unsur “K”: 39

(QS. Al-Hadid, 2)

Sulfur = 32S

Para Sulfur elemen (S) ditemukan dalam kadar tinggi dalam tubuh makhluk hidup dan tanah. Ada 32 huruf dalam Surat al-Hadid sampai dengan huruf pertama “S”. Angka itu juga massa atom dari unsur belerang.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan penampilan pertama dari huruf “S”: 32

Massa atom unsur “S”: 32

(QS. Al-Hadid, 4)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Erbium = 167Er

Elemen erbium (Er) ditemukan oleh kimiawan Swedia Carl Gustaf Mosander pada tahun 1843. Huruf “E” dan “R” pertama kali muncul bersama-sama 167 huruf setelah awal ayat. Erbium memiliki massa atom 167.

Jumlah surat-surat dari awal ayat tersebut untuk huruf “Eh”: 167

Massa atom unsur “Eh”: 167

(QS. Al-Hadid, 4)

Neodymium = 60Nd

Ilmuwan Australia Carl Auer von Welsbach F. berhasil memperoleh unsur Neodymium (Nd) pada 1885.

Ada 60 surat-surat antara waktu pertama huruf “N” dan “D” muncul bersama dalam Surat al-Hadid dan akhir ayat. Angka itu adalah nomor atom dari unsur Nd.

Jumlah huruf antara “Nd” surat dan akhir ayat: 60

Atom jumlah “Nd” elemen: 60

(QS. Al-Hadid, 19)

Vanadium = 23V

Para Vanadium elemen (V) ditemukan pada tahun 1801 oleh ilmuwan Andres Manuel del Rio Meksiko dan oleh kimiawan Swedia Nils Gabriel Sefstrom pada tahun 1830. Vanadium adalah salah satu elemen fundamental dalam tubuh. Ada 23 surat kepada akhir ayat dari surat V. Angka itu mewakili jumlah atom Vanadium.

Jumlah huruf dari huruf “V” pada akhir ayat: 23

Atom jumlah elemen “V”: 23

(QS. Al-Hadid, 1)

Gallium = 69Ga

Kimiawan Perancis Paul Emile Lecoq de Boisbaudran menemukan elemen Gallium (Ga) pada tahun 1875 menggunakan band spektral.

Galium digunakan dalam bidang-bidang seperti elektronik dan obat-obatan.

Ada 69 surat kepada akhir ayat dari titik di mana huruf “G” dan “A” muncul bersama-sama dalam Surat al-Hadid. Dan 69 adalah nomor atom Gallium.

Jumlah surat kepada akhir ayat dari huruf “Ga”: 69

Atom jumlah elemen “Ga”: 69

(QS. Al-Hadid, 27)

Nitrogen = 14N

Nitrogen (N), ditemukan oleh ilmuwan Skotlandia Daniel Rutherford pada 1772, membentuk 78% dari atmosfer. Hal ini juga hadir dalam berbagai Matahari dan bintang-bintang. Nitrogen menempati tempat penting dalam struktur makhluk hidup dan ditemukan di komponen penting seperti protein dan asam nukleat.

Ada 14 huruf dari huruf “N” dalam Surat al-Hadid sampai akhir ayat. 14 juga nomor atom Nitrogen. Ada 7 huruf antara huruf kedua dan ketiga “N.” Dan 7 adalah jumlah atom Nitrogen.

Jumlah huruf dari huruf “N” untuk akhir ayat: 14

Atom jumlah unsur “N”: 14

(QS. Al-Hadid, 3)

Bismuth = 83Bi

Bismut (Bi) adalah salah satu unsur sebagaimana dimaksud dalam Al Qur’an ratusan tahun yang lalu. (Allah mengetahui kebenaran.) Sebuah elemen langka, Bismuth digunakan dalam berbagai bidang, dari obat untuk reaktor nuklir dan dari kosmetik sampai sirkuit listrik.

Dalam Surat Al-Hadid, ada 83 surat-surat antara titik-titik di mana huruf “B” dan “aku” muncul bersama-sama.

Jumlah surat-surat antara huruf “Bi”: 83

Atom jumlah elemen “Bi”: 83

(QS. Al-Hadid, 7-8)

Chromium = 24Cr

Kromium (Cr) ditemukan pada 1797 oleh Louis-Nicolas Vauquelin. Ada total 24 kata-kata antara penampilan pertama dan kedua, berturut-turut, dari huruf C dan R dalam Surat al-Hadid. Perlu dicatat dalam konteks bahwa jumlah atom kromium adalah 24.

Jumlah kata antara huruf “Kr”: 24

Atom jumlah elemen “Kr”: 24

(QS. Al-Hadid, 4)

Astatin = 85At

Para Astatin elemen (Pada) ditemukan oleh para ilmuwan pada tahun 1940 3. Seperti elemen lain, nomor atom muncul dalam Surah adalah salah satu mukjizat Al-Quran. Ada 85 surat-surat antara sisi penampilan kedua dan ketiga dengan sisi huruf A dan T, yang mewakili Astatin. Angka itu pada saat yang sama jumlah atom Astatin.

Surat antara huruf “Di”: 85

Nomor atom dari elemen “Pada”: 85

(QS. Al-Hadid, 1-3)

Lithium = 6Li

Ahli kimia Swedia Johan Agustus Arfwedson menemukan elemen Lithium (Li) pada tahun 1817. Elemen ini mewakili beberapa 0,002% dari kerak bumi. Lithium diperlukan oleh industri dan digunakan dalam berbagai bidang, seperti baterai manufaktur, lemari pembeku dan karet buatan dan juga dalam kedokteran.

Ada 6 kata antara waktu pertama huruf “L” dan “aku” muncul berdampingan dalam Surat al-Hadid dan awal dari ayat ini. Angka itu juga jumlah atom Lithium.

Jumlah kata antara awal ayat dan huruf “Li”: 6

Massa atom unsur “Li”: 6

(QS. Al-Hadid, 10)

Hafnium = 178Hf

Para fisikawan Belanda Dirk Coster dan kimiawan Hungaria Georg de Hevesy menemukan elemen Hafnium (Hf) pada tahun 1923. Penggunaan khusus terbuat dari dalam reaktor nuklir. Unsur ini juga ditemukan di atmosfer Matahari.

Ada 178 kata-kata antara awal Surat al-Hadid dan di mana huruf “H” dan “F” muncul berturut-turut. Massa atom hafnium adalah 178.

Jumlah kata dari awal Surah sampai huruf “Hf”: 178

Massa atom unsur “Hf”: 178

(QS. Al-Hadid, 11)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Indium = 114In

Para Indium elemen (In) pertama kali ditemukan pada 1863 oleh para ilmuwan Hieronymus Theodor Richter dan Ferdinand Reich. Ditemukan ratusan tahun setelah wahyu Al-Qur’an, Indium ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil di alam.

Ada 114 kata-kata dari awal Surat Al-Hadid ke tempat huruf “Aku” dan “N” muncul berdampingan. Angka itu juga massa atom Indium.

Jumlah kata antara awal Surah dan munculnya huruf “Di”: 114

Massa atom unsur “Dalam”: 114

(QS. Al-Hadid, 8)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Strontium = 87Sr

Non-radioaktif Strontium pertama kali ditemukan di Skotlandia pada tahun 1790 oleh Adair Crawford dan William Cruikshank.

Ada 87 kata-kata antara awal Surat al-Hadid dan di mana huruf “S” dan “R” muncul bersama-sama. 87 adalah massa atom Stronsium.

Jumlah kata antara awal Surah dan huruf “Sr”: 87

Massa atom unsur “Sr”: 87

(QS. Al-Hadid, 7-8)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Aktinium = 89Ac

Ditemukan pada 1899 oleh ilmuwan Perancis Andre Debierne, aktinium (Ac) adalah elemen, langka radioaktif. Elemen ini, yang memancarkan sinar biru dalam gelap, adalah keputihan perak di warna. Cara bahwa unsur ini, ditemukan ratusan tahun setelah wahyu Al-Qur’an, telah diramalkan orang-orang begitu lama lalu adalah tanda dari kemahatahuan Tuhan kita.

Ada 89 kata-kata dari awal Surat Al-Hadid untuk pertama kalinya huruf “A” dan “C” muncul bersama-sama. Angka itu juga jumlah atom dari unsur aktinium.

Jumlah kata dari awal Surat untuk huruf “Ac”: 89

Atom jumlah elemen “Ac”: 89

(QS. Al-Hadid, 7)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Torium = 90

Torium (Th) adalah unsur radioaktif yang ditemukan pada tahun 1828 oleh kimiawan Swedia Jons Jacob Berzelius. Hal ini digunakan sebagai sumber energi dalam perangkat nuklir.

Nomor atom dari elemen Torium adalah 90. Ada 90 kata-kata antara awal Surat al-Hadid dan pertama kalinya huruf “T” dan “H” muncul berdampingan.

Jumlah kata antara awal Surah dan huruf “Th”: 90

Nomor atom dari elemen “Th”: 90

(QS. Al-Hadid, 7)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Lutetium = 71Lu

Lutetium (Lu) ditemukan pada tahun 1907 oleh Auer von Welsbach dan Georges Urbain. Ada 71 kata-kata dari awal Surat Al-Hadid untuk huruf L dan U yang mewakili elemen. Nomor atom Lutetium (Lu) juga 71.

Jumlah kata dari awal Surat untuk huruf “Lu”: 71

Atom jumlah elemen “Lu”: 71

(QS. Al-Hadid, 5)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

NIKEL = 58Ni

Nikel elemen murni (Ni) pertama kali diisolasi pada 1751 oleh ilmuwan Swedia Fredrik Cronstedt Axel. Lebih keras dari besi, nikel juga sangat tahan terhadap karat dan pembusukan. Nikel digunakan di berbagai bidang, dari tinggi resistansi peralatan industri untuk koin logam.

Ada 58 surat-surat antara waktu pertama huruf “N” “I” muncul dalam Surat al-Hadid dan akhir ayat. Angka itu juga massa atom Nikel.

Jumlah kata antara akhir ayat dan huruf “Ni”: 58

Massa atom unsur “Ni”: 58

(QS. Al-Hadid, 27)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Berilium = 9Be

Berilium (Be) ditemukan oleh Louis-Nicolas Vauquelin di tahun 1798. Elemen ini, yang langka di alam, digunakan dalam nuklir, roket perangkat dan kendaraan ruang angkasa.

Ada 9 kata-kata antara di mana huruf “B” dan “E” muncul bersama-sama dan akhir ayat, dan angka yang juga merupakan massa atom Berilium.

Jumlah kata antara huruf “Jadilah” dan akhir ayat: 9

Massa atom dari elemen “Jadilah”: 9

(QS. Al-Hadid, 10)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

SODIUM = 11Na

Humphry Davy menemukan unsur Natrium (Na) pada tahun 1807, dengan menggunakan elektrolisis. Atom Sodium ditemukan dalam banyak objek besar, dari garam yang kita makan untuk bintang-bintang di ruang angkasa. Atom natrium dalam sel-sel dalam tubuh manusia melakukan fungsi vital. Kehadiran sejumlah natrium dalam tubuh manusia adalah penting untuk aliran normal air antara sel dan cairan tubuh, pembentukan jaringan dan kontraksi otot.

Ada 11 kata-kata antara titik di mana huruf “N” dan “A” terjadi bersamaan dalam Surat al-Hadid dan akhir ayat. Sosok yang identik dengan nomor atom Natrium itu.

Jumlah kata antara huruf “Na” dan akhir ayat: 11

Atom jumlah elemen “Na”: 11

(QS. Al-Hadid, 9)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Niobium = 41Nb

Unsur niobium (Nb) ditemukan oleh kimiawan Inggris Charles Hatchett pada tahun 1801. Elemen ini, yang langka di alam, digunakan dalam reaktor nuklir dan bahan tahan terhadap radiasi panjang gelombang tinggi.

Jumlah kata antara tempat-tempat dalam Surat al-Hadid di mana huruf, 41, juga bahwa nomor atom niobium itu.

Jumlah kata antara huruf “Nb”: 41

Atom jumlah huruf “Nb”: 41

(QS. Al-Hadid, 4 dan 8)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

MAGNESIUM = 12mg

The Magnesium elemen (Mg) ditemukan oleh kimiawan Inggris Sir Humphry Davy. Magnesium, berabad-abad ditemukan setelah wahyu Al-Qur’an, adalah salah satu elemen yang paling umum dalam kerak bumi. Ini muncul dalam banyak tempat, dari air laut untuk tubuh manusia. Ini adalah unsur penting bagi makhluk hidup.

Ada 12 kata-kata antara tempat dalam Surat al-Hadid mana Mg surat muncul bersama. Angka itu, 12, juga nomor atom Magnesium.

Jumlah kata antara huruf “Mg” dalam Surah: 12

Atom jumlah elemen “Mg”: 12

(QS. Al-Hadid, 20-21)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Dysprosium = 162Dy

Dysprosium (Dy) ditemukan pada tahun 1886 oleh ilmuwan Paul Prancis Emile Lecoq de Boisbaudran. Massa atom adalah 162. Jumlah kata antara tempat-tempat dalam Surat al-Hadid di mana huruf “Dy” muncul bersama-sama juga 162.

Jumlah kata antara huruf “Dy” dalam Surah: 162

Massa atom unsur “Dy”: 162

(QS. Al-Hadid, 2 dan 11)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

ZINC = 65Zn

Para Seng logam (Zn) muncul dalam banyak struktur, dari kerak Bumi untuk makhluk hidup. Misalnya, melakukan fungsi sangat penting dengan melayani dengan enzim dan sel-sel darah dalam tubuh manusia.

Ada 65 kata-kata antara tempat dalam Surat al-Hadid mana Zn huruf muncul bersama. Massa atom Seng juga 65.

Jumlah kata antara huruf “Zn” dalam Surah: 65

Massa atom dari elemen “Zn”: 65

(QS. Al-Hadid, 2 dan 11)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Klor = 35Cl

Ilmuwan Swedia Carl Wilhelm Scheele pertama memperoleh Klor elemen (Cl) pada tahun 1774, berabad-abad setelah pewahyuan Al Qur’an. Klor paling banyak digunakan dalam membunuh bakteri dalam air minum dan kolam renang. Klor digunakan dalam berbagai bidang, dari pembuatan obat untuk cat, dan dari produk bensin untuk produk pembersih.

Ada 35 kata-kata antara waktu pertama dan terakhir huruf “C” dan “L” muncul bersama-sama. Angka itu juga massa atom Klorin.

Jumlah kata antara huruf pertama dan terakhir “Cl” dalam Surah: 35

Massa atom unsur “Cl”: 35

(QS. Al-Hadid, 4 dan 6)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

KARBON = 12C

Karbon (C) menempati tempat yang sangat penting dalam struktur makhluk hidup dan ada dalam zat yang sangat berbeda. Atom karbon dalam senyawa yang hadir sangat berbeda, dari karbon dioksida dilepaskan selama respirasi dengan berlian.

Ada 12 kata-kata antara huruf pertama dan terakhir “C” dalam Surat al-Hadid. Angka itu juga sesuai dengan massa atom Karbon.

Jumlah kata antara huruf pertama dan terakhir “C” di surat ini: 12

Massa atom dari elemen “C”: 12

(QS. Al-Hadid, 4)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Cerium = 140Ce

Cerium (Ce) ditemukan pada tahun 1803 oleh ahli geologi Wilhelm von Hisinger dan ahli kimia Berzelius Jons, baik dari Swedia, dan, secara independen dari mereka, oleh kimiawan Jerman Martin Klaproth.

Ada 140 kata-kata antara kejadian pertama dan terakhir, berdampingan, huruf “C” dan “E” dalam Surat al-Hadid. 140 juga massa atom dari elemen Cerium.

Jumlah kata antara huruf pertama dan terakhir “Ce” dalam Surah: 140

Massa atom unsur “Ce”: 140

(QS. Al-Hadid, 5 dan 7)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Krypton = 83Kr

Elemen Krypton (Kr) ditemukan oleh ahli kimia Inggris Morris W. Travers dan Sir William Ramsay pada tahun 1898.

Ada 83 kata-kata antara kejadian pertama dan terakhir, berdampingan, dari huruf “K” dan “R” dalam Surat al-Hadid.

Jumlah kata antara huruf pertama dan terakhir “Kr” dalam Surah: 83

Massa atom unsur “Kr”: 83

(QS. Al-Hadid, 7 dan 11)

Hubungan Al-Qur’an dengan Ilmu pengetahuan (KIMIA)

Banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang telah menunjukkan fakta-fakta ilmiah yang sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Harun Yahya adalah seorang yang masyhur mengungkap rahasia Al-Qur’an tentang astronomi, embriologi, geologi, fisika, biologi dan lain-lain. Masih banyak hal menarik tentang kimia yang belum disentuh Harun Yahya dalam sekian banyak tulisannya, khususnya tentang angka-angka. Yang mashur tentang kimia dalam Al-Qur’an adalah mengenai firman Allah dalam surat Al-Hadid, surat ke-57 yang berada di pertengahan Al-Qur’an.

            Fakta ke-1 Allah berfirman: “…dan Kami ciptakan besi…”(Al-Qur’an, 57:25). Allah SWT menggunakan kata “an zalnaa” yang berarti “kami telah turunkan”. Departemen Agama menuliskannya dengan “ciptakan” sebagaimana tertulis diatas. Allah SWT tidak menggunakan kata “Khalaqna” yang berati “kami telah ciptakan”. Penemuan astronomi modern telah mengungkapkan bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

           Sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut supernova. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan dan bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa. Hal ini yang dahulu pernah sempat dikatakan oleh Neil Amstrong.

            Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman melalui meteor-meteor dan di turunkan ke bumi, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

            Besi : 26Fe

            Istilah besi disebut juga sebagai iron (Inggris), hadid (Arab), fer (Perancis), hierro (Spanyol), dan lain-lain. Supaya tidak membingungkan, maka disepakati bahwa dunia sains menamakan besi dengan ferrum (lambung:Fe) dari Bahasa Latin.

            Memang nampak sedikit aneh jika Allah SWT dalam memberi nama salah satu surat di Al-Qur’an dengan memakai salah satu nama atom atau logam dalam sistem periodik unsur. Ternyata ada beberapa hal menarik yang akan sedikit kita bahas. Ada 2 hal yang perlu diketahui sebelum membahas lebih jauh yaitu tentang lambang atom dan isotop.

            Lambang atom

            Atom disusun oleh 3 partikel, yaitu proton (+), neutron (0), dan elektorn (-)

            Isotop

            Apa itu isotop? Isotop adalah atom-atom yang sama nomor atomnya(sejenis) tetapi beda nomor massanya.

            Umpamakan saja isotop itu dengan “keturunan/kembaran”. Satu jenis atom yang sama (helium misalnya) ternyata memiliki berat yang berbeda-beda. Ini karena kandungan neutronnya yang beda. Ynag satu memiliki satu neutron dan yang satu lagi dua neutron. Sifat-sifat semua isotop helium itu identik (mirip). Namun perbedaan jumlah berbeda neutron menyebabkan sifat kestabilannnya berbeda karena berat tubuhnya yang berbeda. Isotop-isotop suatu atom ada yang stabil dan ada yang tidak stabil. Atom yang stabil,tidak memiliki potensi untuk mengalami proses reaksi nuklir (pembelahan inti). Kapan sebuah atom membelah intinya? Kita bisa melihat dari data waktu paruhnya (waktunya yang dibutuhkan untuk membelah jadi dua).

            Fakta ke-2. Besi memiliki 8 isotop. Al-Hadid adalah Surat ke-57 dalam Al-Qur’an. Fe-57 adalah salah satu dari 4 isotop besi yang stabil.

            Fakta ke-3. Energi ini dibutuhkan oleh suatu atom untuk menjadi ion. Fe umumnya dapat berbentuk ion Fe2+ (Ferro) dan Fe3+ (Ferri). Tubuh kita hanya mengkonsumsi Ferro dari makanan untuk membentuk hemoglobin dalam darah. Besi jenis Ferro inilah yang banyak terkandung dalam makanan seperti daging dan bayam, termasuk obat-obatan suplemen penamabah zat besi seperti Sangobion, Sulfaferosusu, dan lain sebagainya. Kata ahli gizi, sebaiknya sayur bayam jangan dibiarkan lebih dari semalam, tidak bagus untuk dimakan. Tetapi ternyata dalam beberapa jam Ferro akan segera berubah menjadi Ferri. Ferri di dalam tubuh adalah sampah, tubuh kita tidak mau mengambilnya karena sifatnya sudah berubah. Sama halnya jika besi sudah berkarat, berubahlah sifatnya. Perubahan Fe2+ dan Fe3+ ini menghasilkanenergi ionisasi sebesar 2957 kJ mol -1. 29 adalah jumlah seluruh ayat pada surat Al-Hadid. 57 Adalah nomor suratnya. Allahuakbar!

            Fakta ke-4. Besi memiliki 8 isotop (kembaran) yaitu 52Fe, 54Fe, 55Fe, 56Fe ,57Fe,Fe58, 59Fe, 60Fe. Jika seluruh massanya dijumlahkan maka 52 + 54 + 55 + 56 + 57 + 58 + 59 + 60 = 451. Kata “besi” ada pada surat ke-57 dan ayat ke-25. Jumlah kata dalm surat Al-Hadid dari ayat 1 sampai dengan 25 adalah 451!

Fakta ke-5. Jumlah seluruh kata dalam surat Al-Hadid adalah 574. 57 adalah nomor surat Al-Hadid dan 4 adalah jumlah isotop besi yang stabil.

Tabel Periodik Elemen-elemen Kimia

Allah berfirman di dalam al-Qur’an, ‘Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?’ (adz-Dzariyat: 20)

Betapa banyak tanda dan bukti ilmiah yang menunjukkan keberadaan Pencipta yang Maha Bijaksana, yang mengadakan langit dan bumi. Pada kesempatan ini kita akan mengupas salah satu bukti ilmiah tersebut, yaitu tabel periodik elemen-elemen kimia yang ditemukan oleh ilmuwan Rusia yang bernama Dmitri Mendeleev.

Gambar: Dmitri Mendeleev penemu tabel periodik elemen-elemen kimia di alam.

Hal pertama yang biasa dilihat seorang pelajar di laboratorium kimia adalah tabel periodik elemen. Ilmuwan Rusia membuat tabel elemen-elemen kimiawi dengan ukuran-ukuran atomnya, yang disebut tabel periodik. Pada waktu itu, tidak semua elemen telah ditemukannya dengan tabel, sehingga Mendeleev membiarkannya kosong.

Sampai akhirnya para ilmuwan sesudahnya mengisi tabel tersebut, seperti yang dibayangkan oleh ilmuwan Rusia bertahun-tahun sebelum mengungkapkannya. Tabel ini memuat seluruh elemen atom dengan angka dan unsurnya yang beragam. Angka atom maksudnya adalah angka tertentu yang terdapat pada inti atom, yaitu muatan-muatan listrik positif (proton). Bilangan inilah yang membedakan antara suatu atom unsur dengan atom unsur lain. Hidrogen yang kita anggap sebagai unsur paling sederhana itu di dalam inti atomnya ditemukan satu muatan listrik positif. Begitu juga, di dalam unsur yang disebut helium terdapat dua muatan, dan di dalam unsur lithium terdapat dua muatan. Kita tidak bisa meletakkan tabel unsur-unsur yang beragam itu kecuali dengan membangun hukum-hukum matematisnya yang menakjubkan.


Gambar: Tabel periodik yang ditemukan Mandeleev.

Para ilmuan tidak mungkin menyebut sistem yang mengagumkan pada alam ini dengan nama ‘Periodic Chance’, melainkan Periodic Law (hukum periodik). Dengan berbagai kepastian dan sistem ini, maka kita tidak bisa mengingkari keberadaan Tuhan yang menciptakan alam semesta. Karena dengan ilmu pengetahuan modern ini, mengingkari adanya Tuhan itu sama seperti mengingkari realitas!

Fisikawan Amerika, George E. Davis mengatakan, ‘Seandainya alam ini bisa menciptakan dirinya, maka itu berarti ia memiliki sifat-sifat pencipta. Dalam kondisi ini, kita terpaksa memercayai bahwa alam itu adalah tuhan. Demikiankan, kita akhirnya menerima keberadaan ‘tuhan’. Tetapi, tuhan kita ini akan tampak aneh: tuhan yang gaib sekaligus Artikelal! Saya lebih memilih untuk memercayai Tuhan yang menciptakan alam Artikel, dan ia bukan bagian dari alam ini, melainkan pengaturnya dan pengendalinya, daripada harus mengadopsi omong kosong seperti ini.’ (The Evidence of God, hlm. 71)

Allah berfirman, ‘Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa? Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata. Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki? Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang? Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya? Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya. Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.’ (ath-Thur: 35-43)

“Revolusi Kimia dalam Peradaban Islam”

Ilmu kimia merupakan sumbangan penting yang telah diwariskan para kimiawan Muslim di abad keemasan bagi peradaban modern. Para ilmuwan dan sejarah Barat pun mengakui bahwa dasar-dasar ilmu kimia modern diletakkan para kimiawan Muslim. Tak heran, bila dunia menabalkan kimiawan Muslim bernama Jabir Ibnu Hayyan sebagai ‘Bapak Kimia Modern’.”Para kimiawan Muslim adalah pendiri ilmu kimia,” cetus Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M. Tanpa tedeng aling-aling, Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith, juga mengakui bahwa para kimiawan Muslim di zaman kekhalifahanlah yang meletakkan fondasi ilmu kimia modern.

Menurut Durant, kimia merupakan ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh peradaban Islam. “Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar,” ungkapnya.

Sedangkan, peradaban Islam, papar dia, telah memperkenalkan observasi yang tepat, eksperimen yang terkontrol, serta catatan atau dokumen yang begitu teliti.Tak hanya itu, sejarah mencatat bahwa peradaban Islam di era kejayaan telah melakukan revolusi dalam bidang kimia.

Kimiawan Muslim telah mengubah teori-teori ilmu kimia menjadi sebuah industri yang penting bagi peradaban dunia. Dengan memanfaatkan ilmu kimia, Ilmuwan Islam di zaman kegemilangan telah berhasil menghasilkan sederet produk dan penemuan yang sangat dirasakan manfaatnya hingga kini.

Berkat revolusi sains yang digelorakan para kimiawan Muslim-lah, dunia mengenal berbagai industri serta zat dan senyawa kimia penting. Adalah fakta tak terbantahkan bahwa alkohol, nitrat, asam sulfur, nitrat silver, dan potasium–senyawa penting dalam kehidupan manusia modern–merupakan penemuan para kimiawan Muslim. Revolusi ilmu kimia yang dilakukan para kimiawan Muslim di abad kejayaan juga telah melahirkan teknik-teknik sublimasi, kristalisasi, dan distilasi. Dengan menguasai teknik-teknik itulah, peradaban Islam akhirnya mampu membidani kelahiran sederet industri penting bagi umat manusia, seperti industri farmasi, tekstil, perminyakan, kesehatan, makanan dan minuman, perhiasan, hingga militer.

Pencapaian yang sangat fenomenal itu merupakan buah karya dan dedikasi para ilmuwan seperti Jabir Ibnu Hayyan, Al-Razi, Al-Majriti, Al-Biruni, Ibnu Sina, dan masih banyak yang lainnya. Setiap kimiawan Muslim itu telah memberi sumbangan yang berbeda-beda bagi pengembangan ilmu kimia. Jabir (721 M-815 M), misalnya, telah memperkenalkan eksperimen atau percobaan kimia. Ia bekerja keras mengelaborasi kimia di sebuah laboratorium dengan serangkaian eksperimen. Salah satu ciri khas eksperimen yang dilakukannya bersifat kuantitatif. Ilmuwan Muslim berjuluk ‘Bapak Kimia Modern’ itu juga tercatat sebagai penemu sederet proses kimia, seperti penyulingan/distilasi, kristalisasi, kalnasi, dan sublimasi.

Sang ilmuwan yang dikenal di Barat dengan sebutan ‘Geber’ itu pun tercatat berhasil menciptakan instrumen pemotong, pelebur, dan pengkristal. Selain itu, dia pun mampu menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, dan pemurnian.Berkat jasanya pula, teori oksidasi-reduksi yang begitu terkenal dalam ilmu kimia terungkap. Senyawa atau zat penting seperti asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, dan asam asetat lahir dari hasil penelitian dan pemikiran Jabir. Ia pun sukses melakukan distilasi alkohol. Salah satu pencapaian penting lainnya dalam merevolusi kimia adalah mendirikan industri parfum.

Muhammad Ibn Zakariya ar-Razi

Ilmuwan Muslim lainnya yang berjasa melakukan revolusi dalam ilmu kimia adalah Al-Razi (lahir 866 M). Dalam karyanya berjudul, Secret of Secret, Al-Razi mampu membuat klasifikasi zat alam yang sangat bermanfaat. Ia membagi zat yang ada di alam menjadi tiga, yakni zat keduniawian, tumbuhan, dan zat binatang. Soda serta oksida timah merupakan hasil kreasinya.Al-Razi pun tercatat mampu membangun dan mengembangkan laboratorium kimia bernuansa modern. Ia menggunakan lebih dari 20 peralatan laboratorium pada saat itu. Dia juga menjelaskan eksperimen-eksperimen yang dilakukannya. “Al-Razi merupakan ilmuwan pelopor yang menciptakan laboratorium modern,” ungkap Anawati dan Hill.

Bahkan, peralatan laboratorium yang digunakannya pada zaman itu masih tetap dipakai hingga sekarang. “Kontribusi yang diberikan Al-Razi dalam ilmu kimia sungguh luar biasa penting,” cetus Erick John Holmyard (1990) dalam bukunya, Alchemy. Berkat Al-Razi pula industri farmakologi muncul di dunia.

Sosok kimiawan Muslim lainnya yang tak kalah populer adalah Al-Majriti (950 M-1007 M). Ilmuwan Muslim asal Madrid, Spanyol, ini berhasil menulis buku kimia bertajuk, Rutbat Al-Hakim. Dalam kitab itu, dia memaparkan rumus dan tata cara pemurnian logam mulia. Dia juga tercatat sebagai ilmuwan pertama yang membuktikan prinsip-prinsip kekekalan masa –yang delapan abad berikutnya dikembangkan kimiawan Barat bernama Lavoisier.

Sejarah peradaban Islam pun merekam kontribusi Al-Biruni (wafat 1051 M) dalam bidang kimia dan farmakologi. Dalam Kitab Al-Saydalah (Kitab Obat-obatan), dia menjelaskan secara detail pengetahuan tentang obat-obatan. Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya peran farmasi dan fungsinya. Begitulah, para kimiawan Muslim di era kekhalifahan berperan melakukan revolusi dalam ilmu kimia.

Menelusuri Angka 19 dalam Sistem Periodik Unsur-Unsur Kimia

Dalam S. Al Muddatstsir, ayat 30 = jumlah jenis bilangan bulat tersebut dalam Al Quran:
– ‘ALYHA TS’AT ‘ASYR, dibaca: ‘Alayha- tis’ata ‘asyar, artinya: di atasnya 19. Angka 19 ini tidak menunjuk kepada jumlah substansi tertentu, tidak seperti dengan bilangan bulat yang lain yang menunjuk jumlah substansi tertentu misalnya angka 12 menunjuk pada jumlah bulan (syahrun, month).

Jadi angka 19 itu terbuka untuk dapat menunjuk jumlah substansi apa saja dalam ayat Qawliyah (Al Quran), misalnya jumlah kata dan huruf, yaitu 19 buah kata dan 76 = 4 x 19 huruf dalam paket ayat S. Al ‘Alaq, yaitu paket yang mula-mula diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jumlah 19 ayat dalam S. Al ‘Alaq, S. Al ‘Alaq terletak pada urutan ke-19 dari belakang dalam Al Quran, jumlah Surah = 114 = 6 X 19, jumlah huruf 19 dalam Bismi Lla-hi rRahma-ni rRahiym (Basmalah), jumlah Basmalah 114 walaupun Surah 9 tidak di mulai dengan Basmalah, namun pada Surah 27 ada 2 Basmalah. Jika Surah 9 dengan Surah 27 tersebut disusun menjadi deret hitung, akan diperoleh: 9 + 10 + 11 + …… + 27 = 342 = 18 X 19, dst.dst-nya. Dalam Seri 519 telah ditunjukkan, bahwa jumlah bilangan bulat dalam Al Quran jika dijumlahkan, akan diperoleh = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 19 + 20 + 30 + 40 + 50 + 60 + 70 + 80 + 99 + 100 + 200 + 300 + 1000 + 2000 + 3000 + 5000 + 50,000 + 100,000 = 1621146 = 8534 x 19.

Demikian pula angka 19 itu terbuka untuk dapat menunjuk jumlah substansi apa saja dalam ayat Kawniyah (alam syahadah). Maka dalam Seri 542 ini akan ditelusuri angka 19 itu dalam sistem periodik unsur-unsur kimia. Orang-orang yang berkecimpung dalam disiplin ilmu kimia / fisika, tidaklah dianak-tirikan oleh Al Quran. Demikianlah di bawah ini penelusuran itu.


Dalam alam didapatkan 81 unsur kimia yang stabil. Ada dua unsur yang terdapat di alam yang tidak stabil yaitu Thorium dan Uranium. Keduanya mempunyai nomor atom 90 dan 92 dalam sistem periodik. Allah sebagai ArRabb (Maha Pengatur) mengendalikan alam semesta dengan TaqdiruLlah yang hingga kini baru dikenal oleh manusia sebagai: medan gravitasi, medan elektromagnet, gaya kuat dan gaya lemah. Medan gravitasi utamanya mengontrol makrokosmos, mengendalikan bintang-bintang. Ketiga jenis yang lain mengontrol mikrokosmos. Medan elektromagnet mengontrol pasangan proton (bermuatan +) dengan elektron (bermuatan -). Proton-proton dalam inti atom yang saling tolak karena bermuatan sama, “direkat” oleh gaya kuat. Sedangkan gaya lemah menyebabkan inti atom Thorium dan Uranium tidak stabil menjadi “lapuk” terbelah dengan mengeluarkan sinar yang mendapat predikat sinar radioaktif, sehingga Thorium dan Uranium disebut pula zat radioaktif. Karena terbelah itu keduanya memperanakkan zat-zat radioaktif pula, yaitu mempunyai dalam sistem periodik nomor-nomor atom 84, 85, 86, 87, 88, 89 dan 91. Hingga hari ini sudah dikenal 106 unsur dalam sistem periodik. Patut dicatat, bahwa dua di antaranya yaitu Technetium yang menempati nomor atom 43 dan Promethiu yang menempati nomor atom 61 dalam sistem periodik, keduanya adalah unsur “siluman”. Keduanya jika tersusun, akan hilang dalam sekejap, sehingga sesungguhnya bukan 106 unsur yang aktual, melainkan hanya 104 unsur dalam sistem periodik. Maka di antara 106 unsur kimia dalam sistem periodik ada 81 unsur stabil, 2 unsur siluman dan nomor atom 84 ke atas unsur tidak stabil / radioaktif, yang intinya terbelah.


Dalam penelusuran angka 19 di dalam sistem periodik yang dihubungkan dengan Al Quran, diperoleh hasil sebagai berikut:

– 1. Unsur kimia dalam sistem perodik intinya TERBELAH mulai nomor atom 84.
Kita lihat dalam Al Quran Surah 84, yaitu Surah AL ANSYQAQ, dibaca al insyiqa-q, artinya: TERBELAH.
– 2. Unsur siluman Technetium dengan nomor atom 43 dan Promethiu dengan nomor atom 61.
– Apabila disusun deret 43 + 44 + 45 + 46 + ……+ 61 = 986 = 52 x 19.
– Apabila kita jumlahkan nomor atom dari unsur stabil dalam sistem periodik, kemudian dikuarangi dengan jumlah nomor atom dari kedua unsur siluman itu, akan kita peroleh: (1+2+3+……+83) – (43 + 61) = 3382 = 178 x 19.
– 3. Kita lihat dalam Al Quran Surah 43 dan Surah 61. Surah 43 terdiri atas 89 ayat dan Surah 61 terdiri atas 14 ayat. Di atas telah disebutkan bahwa jumlah Basmalah 114 walaupun Surah 9 tidak di mulai dengan Basmalah, namun pada Surah 27 ada 2 Basmalah. Itu mengisyaratkan bahwa Basmalah adalah bagian dari Surah-Surah, kecuali Surah 9 (karena memang tidak dimulai dengan Basmalah). Maka lihatlah hasilnya, jika nomor Surat dijumlahkan dengan jumlah ayat dijumlahkan dengan Basmalah:
43 + 89 +1 =133 = 7 x 19
61 + 14 +1 = 76 = 4 x 19
– 4. Yang terkahir, angka 43 dan 61 adalah sejenis dengan angka 19, yaitu ketiga-tiganya merupakan bilangan prima. WaLlahu a’lamu bishshawab.

Al Qur’an menjelaskan tentang Fe

Posted by agorsiloku pada Juni 5, 2006

QS 11:1 Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.
QS 11:14. Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?

Pernyataan pada ayat di atas sangatlah menarik. Disampaikan bahwa ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan terperinci yang disusun dari Allah yang maha bijaksana dan maha tahu. Seterperinci apakah?, sedalam apakah?. Kita manusia dengan segala peradabannya, belum tentu mampu menyingkap semua keterperinciannya, bahkan mungkin sampai hari penghacuran tiba. Yang menarik Surat Besi pada Al Qur’an ini memiliki kesesuaian antara kenyataan tentang besi dan susunan ayat, penempatan, dan lain-lainnya pada surat besi. Ayat yang tersaji seolah memerincikan tentang Besi. “Miracle” ini kemudian dipahami setelah ilmu pengetahuan memahami tentang unsur Besi ini. Kadang, terpikir oleh saya, apakah para ilmuwan Islam (jika memang punya kemampuan dan semangat meneliti) memiliki juga kemampuan untuk memahami ayat lebih dari sekedar menghubung-hubungkan, tapi memang menemukan sesuatu yang baru dan kemudian menerapkannya ?.

Berikut ini saya kutipkan tulisan buku karya Arifin Muftie MATEMATIKA ALAM SEMESTA Bab 9 yang bukunya diterbitkan oleh PT Kiblat Buku Utama Bandung, 2004. Perihal unsur logam besi ini juga, kalau saya tak salah merupakan kutipan (tapi saya lupa sumbernya aslinya). Berikut ini, bagian yang penting mengulas tentang unsur ini :
Surat Besi (Hadid) turun di antara masa-masa Perang Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islam di Medinah. Oleh karena itu, bisa dipahami jika cukup banyak ayat yang memerintahkan pembaca untuk menafkahkan harta bagi kepentingan umum. Nama surat terambil dari kalimat wa anzalnal-hadida, ayat 25. Ayat seperti ini, menurut pandangan Malik Ben Nabi, laksana “kilauan anak panah” yang menarik perhatian bagi kaum ber¬akal; yang diselipkan di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut ketuhanan.

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.” (al-Hadid 57: 25).

Karakter pertama yang menarik perhatian adalah banyak penafsir menghindari terjemahan wa ansalnal-hadida dengan “Kami ciptakan besi”, padahal secara intrinksik seharusnya. “Kami turunkan besi”, sebagaimana terjemahan “Kami turun¬kan bersama mereka al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)”. Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?

Namun seiring dengan perkembangan waktu, pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa “memang besi diturunkan dari langit”.

Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri.

Elemen Berat Besi, Fe-57

Karakter ketiga berhubungan dengan elemen kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa “membedah” elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan kata al- hadid. Tanpa mengenal sifat¬sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui “keindahan” Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor 57.

Nilai kata atau al-jumal al-hadid adalah 57. Terdiri dari a! (31) dan hadid (26). Tabel al-jumal bisa dilihat pada Tabe15.4.

Alif = 1, Lam = 30, Ha’ = 8, Dal= 4, Ya’ = 10, Dal = 41 + 30 + 8 + 4 + 10 + 4 = 31 + 26 = 57.

Fakta Pertama

Fakta menunjukkan bahwa besi atau al-hadid mempunyai nilai (al-juntal) 57, sama dengan nomor suratnya, atau (19 x 3). Kelipatan 19 dengan koefisien angka 3.

Besi, menurut Peter Van Krogt ahli elementimologi, telah lama digunakan sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak Adam as. Besi adalah salah satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau ferrum, yang berarti “elemen suci” dari kata Iren (Anglo-Saxon). Diberi nama ferrum, ketika pemerintahan Romawi, kaisar Roma yang bernama Marcus Aurelius dan Commodus menghubung¬kan dengan mitos Planet Mars. Ilmu kimia modern mengatakan bahwa besi atau Fe ini mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 (lihat Tabel 9.1).

ISOTOP BESI

Isotop Waktu Paruh Isotop Waktu Paruh
Fe-.52 8.3 jam FP-57 Stabil
Fe-54 Stabil Fe-58 Stabil
Fe-55 2.7 tahun Fe-59 54.5 hari
Fe-56 Stabil Fe-60 1.500.000 tahun

Besi mempunyai nomor atom 26, posisinya terletak di tengah-tengah tabel periodik. Sedangkan Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil mempunyai 31 neutron. Ini berbeda dengan isotop stabil lainnya, misalnya Fe-56 mempunyai 30 neutron dan Fe-58 mempunyai 32 neutron. Fe-57 juga diketahui mempunyai “ionisasi energi” tingkat ke-3, sebesar 2957 jk/mol (dibulatkan), energi yang keluar untuk mengubah status Fe+2 ke Fe+3. Besi sendiri mempunyai 4 tingkatan energi–itulah mengapa hanya 4 isotop saja yang stabil. Terakhir yang tidak kalah penting, Fe-57 jdga diketahui mempunyai massa atom sebesar 56,9354.

Fakta Kedua

Begitu kita mengenal karakterisitik besi, kita mendapat gambaran banyak hal, misalnya:
• Salah satu isotop besi yang stabil, Fe-57, mempunyai nomor simbol sama dengan nomor Surat al-Hadid, dan al-jumal dari al-hadid adalah 57 juga.
• Besi mempunyai nomor atom 26, ditunjukkan oleh al-jumal kafa hadid.
• Fe-57 mempunyi elektron 31 buah, ditunjukkan oleh al¬jumal dari kata “al”.
• Koefisien 3, dari (19 x 3), ditunjukkan dengan ionisasi tingkat energi ke-3 yang dilepas sebesar 2957 jk/mol. Surat al Hadid mempunyai ayat berjumlah 29 buah atau kodetifikasi 2957.
• Peneliti al-Qur’an dari kelompok Fakir 60 di Amerika Serikat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini seluruhnya adalah 574 kata, sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451. Bilangan 574 menunjukkan “Fe-57 adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada” atau berarti juga “yang mempunyai 4 tingkatan energi”.
• Bilangan 451, banyaknya kata, adalah jumlah bilangan nomor simbol kedelapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe¬56, Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 = 451.
• Enkripsi pada keempat isotop stabil, Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 merupakan kelipatan 19 atau: 54565758 = 19 x 2871882
• Demikian juga massa atom Fe-57, 56.9354 adalah: 569354 = 19 x 29966
• Bukan suatu kebetulan, jika nomor surat dan nomor ayat besi (QS 57: 25) ditunjukkan dengan angka 19.

5+7+2+5=19.

• Bukan pula suatu kebetulan jika Surat Besi diletakkan di tengah-tengah al-Qur’an, sebagaimana elemen besi nomor 26 terletak di tengah-tengah tabel periodik.
• Dari sisi matematika, angka 57 clan 29 tergolong ajaib ka¬rena angka-angka tersebut merupakan:
• 57×29= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 +…+ 57 atau (19 x 87)
Kata “besi” dalam al-Qur’an disebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda. Surat Besi ini menunjukkan keistimewaannya dengan berbagai cara, di antaranya adalah besi diturunkan secara intrinksik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya bumi, miliaran tahun yang lalu. Besi diketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat: inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar biasa untuk menahan solar flares dan badai magnetik angkasa. Sedangkan nomor surat 57 sama dengan al-jumal dari al-hadid (57). Surat ini juga memperlihatkan karakter Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil. Selain itu, ditunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31) yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga ditunjuk¬kan dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (al-Hadid 57: 25), yaitu bilangan 19.

Subhanallah, alangkah rapinya, Allah menyusun penjelasan melalui wahyuNya. Tidak ada manusia yang menyusun suatu uraian pada suatu objek dengan rangkaian yang menjelaskan setiap huruf dan posisinya justru pada objek itu sendiri. Memang benarlah, tantangan Allah kepada musia dan jin, tak akan mampu membuat satu surat pun, meskipun saling tolong menolong. Penyusunannya menggunakan ilmu Allah yang tak terpesepsikan luasnya oleh ciptaanNya.

Leave a Comment

Filed under Agama, Kimia, Sains dan Teknologi