Android

 Dilihat 2,638 x  -A   +A

Cara Running Android Di Laptop

Kasmui : 19/12/2016 04:31 : Android, Linux

Ada beberapa cara untuk menjalankan sistem Android di laptop berbasis Windows atau Linux, yaitu

  1. Menggunakan emulator android di laptop berbasis Windows, cara ini mudah dari sisi instalasi tetapi membutuhkan spesifikasi laptop yang tinggi, diantara membutuhkan RAM yang tinggi, laptop dengan RAM rendah di bawah 2 GB pasti akan sangat lemot. Informasi tentang emulator android dapat dibaca di http://kasmui.com/v1/?p=6488
  2. Memasang sistem Android-x86 native melalui instalasi di harddisk, cara ini terbilang agak repot terutama bagi pemula yang tidak mengenal linux, karena harus sudah terpasang sistem linux di laptopnya dan harus menyediakan partisi terpisah serta sedikit ngoprek pada grub launcher. Informasi cara instalasi dapat diperoleh melalui  http://kasmui.com/v1/?p=5973
  3. Menjalankan sistem Android-x86 melalui linux, cara ini mirip cara nomer 2, tetapi lebih praktis, hanya tetap harus sudah ada linux yang terpasang di laptop terlebih dahulu, tetapi untuk menjalankan android cara ini tidak memerlukan partisi tersendiri. Sedikit modifikasi grub launcher memang harus dilakukan. Bagi yang ingin melakukan cara nomer 3 ini sangat disarankan untuk memahami terlebih dahulu langkah nomer 2, terutama terkait modifikasi grub launcher-nya.

Untuk lebih jelasnya langkah menjalankan android seperti cara nomer 3 di atas, perhatikan cara berikut:

  1. Pastikan sudah ada sistem Linux OS, disarankan menggunakan distro Ubuntu atau turunannya,
  2. Jalankan linux yang terpasang,
  3. Mendownload sistem Android-x86 melalui link http://www.android-x86.org/download, pilih yang 32 bit atau 64 bit sesuai spesifikasi hardware laptop anda
  4. Ekstraklah file ISO android hasil donwload itu dan tempatkan di folder /home/user/, contoh ekstrak file ISO android-x86 di /home/kasmui, maka hasil ekstraknya dapat dilihat di /home/kasmui/android-6.0-r1. Lihat gambar di bawah ini.

  5. Di linux, masuklah ke terminal dan ketik: sudo gedit /boot/grub/grub.cfg, sehingga muncul di editor isi dari file grub.cfg
  6. Ke dalam file grub.cfg sisipkan skrip berikut pada posisi di bawah skrip menu-menu yang lain

    ## Contoh skrip menjalankan Android-x86
    menuentry 'Android-x86 6.0-r1 (Copy)' {
        insmod part_msdos
        insmod ext2
        set root='hd0,msdos10'
        linux /home/kasmui/android-6.0-r1/kernel quiet root=/dev/ram0 androidboot.hardware=android_x86_64
        initrd /home/kasmui/android-6.0-r1/initrd.img
    }

    ## Contoh skrip menjalankan Linux ISO
    menuentry "Kimux Mint ISO" {
    set isofile="/home/kasmui/iso/KimuxMint-backup.iso"
    loopback loop (hd0,10)$isofile
    linux (loop)/casper/vmlinuz boot=casper iso-scan/filename=${isofile} quiet splash
    initrd (loop)/casper/initrd.gz
    }

    menuentry "Elementary OS ISO" {
    set isofile="/home/kasmui/iso/elementaryos-0.4-stable-amd64.20160909.iso"
    loopback loop (hd0,10)$isofile
    linux (loop)/casper/vmlinuz boot=casper iso-scan/filename=${isofile} quiet splash
    initrd (loop)/casper/initrd.lz
    }

    menuentry "Linuxmint-18.1-mate-64bit ISO" {
    set isofile="/home/kasmui/iso/linuxmint-18.1-mate-64bit.iso"
    loopback loop (hd0,10)$isofile
    linux (loop)/casper/vmlinuz boot=casper iso-scan/filename=${isofile} quiet splash
    initrd (loop)/casper/initrd.lz
    }

    Keterangan:
    Ubahlah isi pada set root='hd0,msdos10' yang berwarna merah dengan nomor partisi Android yang terpasang, misal msdos3, msdos4 atau lainnya yang sesuai, jika salah maka sistem Android tidak akan dikenali. Untuk melihat nomor partisi bisa digunakan gparted, ketik di terminal: sudo gparted, maka akan muncul keterangan partisi di harddisk.
    Terlihat kernel dapat dipanggil melalui perintah: "linux /home/kasmui/android-6.0-r1/kernel", pastikan alamat posisi kernel benar. Contoh di atas adalah posisi kernel berada pada folder android-6.0-r1. Begitu juga initrd.img dapat dipanggil melalui  perintah: "linux initrd /home/kasmui/android-6.0-r1/initrd.img".

  7. Lalu simpan, yaitu klik button SAVE. Jangan coba-coba untuk update grub, cukup disimpan saja, jika grub diupdate maka gile grub.cfg akan kembali ke isi semula sebelum dimodifikasi. Untuk pemula cukuplah sampai menyisipkan skrip di atas saja.
  8. Restart-lah laptop dan perhatikan menu yang muncul pertama kali, jika sistem booting loader yang dipasang di file grub.cfg benar pasti akan muncul menu yang dikehendaki

 

CATATAN:
Sistem Android-x86 yang dijalankan dengan langkah nomer 3 ini hakikatnya hanya menjalankan file image, seperti menjalankan linux melalui file ISO (Lihat artikel di http://kasmui.com/v1/?p=4988), sehingga user tidak dapat menambah aplikasi tambahan atau menyimpan apapun di dalam sistem Android-x86 ini. Setiap booting akan selalu kembali kepada isi semula dan akan selalu diminta prosedur untuk connect ke gmail melalui internet.


Gambar-gambar instalasi:

1. Tampilan menu grub launcher

2. Display awal running android

3. Memulai setting android

4. Setting jaringan internet WiFi

5. Memulai setting email

6. Copy Google email

7. Mengatur identitas personalisasi

8. Cek email

9. Welcome Android

10. Tampilan desktop Android-x86

 

11. Contoh tampilan halaman Facebook di browser Android-x86

Leave a response »

Emulator Android Di PC Windows

Kasmui : 19/12/2016 03:38 : Android

Emulator Android Selain BlueStacks App Player

Emulator Android Selain BlueStacks App Player

 
BlueStacks merupakan emulator Android yang mengizinkan penggunanaya untuk mendownload, membuka, memainkan berbagai macam game serta aplikasi Android. BlueStacks sendiri cukup populer dikalangan pecinta Android karena kemudahan tampilannya dan performanya yang cukup bagus, walaupun beberapa pengguna mengeluhkan proses installasi & uninstall BlueStacks yang terkadang membuat kepala sakit. 
 
Untuk menjalankan BlueStacks pengguna juga harus memiliki spesifikasi yang cukup, karena dengan hanya RAM 1 GB / 2 GB, pengguna BlueStacks akan menghadapi lagging saat memainkan game / membuka Aplikasi android di BlueStacks, Namun tahukah kalian bahwa selain BlueStacks terdapat emulator Android lainnya yang bisa kalian jadikan alternatif BlueStacks ? Berikut beberapa emulator Android selain BlueStacks.

 

2. YouWave for Android

Sebelum booming-nya BlueStacks, YouWave for Android cukup terkenal, YouWave for Android memiliki tampilan yang cukup ramah dengan pengguna. Pengguna newbie pun bisa mengerti dengan mudah saat menjalankan YouWave for Android. Performa dari YouWave juga cukup mengesankan, cukup smooth dan enak dijalankan.
 
Sayangnya YouWave for Android ini memiliki kekurangan yang menurut saya cukup fatal, karena merupakan aplikasi Berbayar dan juga belum support game Clash of Clans & aplikasi BBM, yang mana merupakan 2 aplikasi populer dikalangan pengguna Android. Selain itu, versi terbaru dari YouWave for Android juga masih Ice Cream Sandwich yang mana sudah cukup "jadul".
Homepage http://youwave.com/

 

3. Android Emulator from Android SDK

Buat kalian yang senang mengkoding Bahasa Pemrograman Java Android, pastinya sudah tidak asing lagi dengan Emulator Android yang didapat dari Android SDK. Emulator ini biasanya digunakan untuk testing aplikasi yang programmer Android buat. Biasanya kurang cocok untuk end-user atau pengguna biasa. Proses installasinya pun agak rumit.

 

4. Windroye

Windroye / Windroy adalah emulator Android yang berasal dari China. Tampilan dari Windroy pun cukup menarik dan mudah. Jika kalian memiliki spesifikasi PC yang mumpuni, kalian bisa menjalankan BlueStacks & Windroy tanpa masalah. Windroy juga support game Clash of Clans. Kekurangan dari Windroy adalah kita tidak mendapatkan informasi yang cukup dari situs resminya., entah itu persyaratan minimumnya, FAQ-nya, dan lain sebagainya. Selain itu forum dari Windroy sendiri berbahasa China, sangat sulit bagi pengguna yang tidak mengerti Bahasa China ( termasuk saya sendiri :p ).

 

5. Andy Android Emulator

Satu lagi pemain di Emulator Android namanya Andy, Andy juga sudah menggunakan versi Android Kit-Kat. Tampilan Andy pun cukup menarik seperti tampilan OS Android pada umumnya. Jika spesifikasi PC kalian cukup tinggi, kalian dapat menjalankan Andy tanpa masalah. 
 
Kekurangan dari Andy adalah PC kalian harus memiliki minimal RAM 3 GB, prosessor yang support virtualisasi ( di AMD namanya AMD-VT & di intel namanya Intel VT-x ). Andy hanya support Windows 7 & Windows 8. Proses downloadnya juga masih menggunakan Online Installer yang menurut saya tidak bagus bagi sebagian penggunanya ( terutama di Indonesia ). Jika saja Andy menurunkan spesifikasinya, mungkin Andy bisa jadi penantang yang serius untuk BlueStacks.

 

6. Android x86

Android x86 adalah sistem operasi Android yang sudah diubah agar bisa dijalankan di prosessor berbasis x86. Android-x86 sendiri memang bisa dibilang pure OS Android dan tidak sepenuhnya emulator ( disebut emulator karena kita bisa install & menjalankannya di Virtual Machine ). Android-x86 cukup responsif untuk dijalankan walaupun ada kendala pada dukungan Driver. 

 

7. GenyMotion

GenyMotion sama seperti Android Emulator lainnya. Dan merupakan salah satu alternatif terbaik selain BlueStacks. Genymotion juga memiliki fitur seperti OpenGL dan cukup cukup responsif dan cepat dibandingkan BlueStacks. Genymotion terbagi menjadi 2 bagian, yakni versi Free & Berbayar. Versi Free memiliki fitur yang terbatas dibandingkan yang berbayar, bisa kalian lihat disini.
 
 GenyMotion

 

8. Droid4X

Droid4X ini salah satu pemain anyar di dunia emualtor Android. Menurut saya pribadi, Droid4X ini cukup menarik karena menawarkan beberapa kemudahan untuk penggunanya yakni, sudah terinstall Google PlayStore, Drag & Drop untuk install aplikasi APK ( Mantap ! ), bisa menggunakan keyboard di Emualtor, dan lain sebagainya. Droid4X juga cukup Smooth untuk dijalankan, tertarik untuk mencoba ? 
 
Droid4X
Homepage : www.droid4x.com/

 

9. DuOS-M

Apa kalian sudah pernah mendengar emulator Android ini ? saya sendiri baru tahu ada emulator Android bernama DuOS-M !.  DuOS menawarkan pengalaman Full Android di PC kalian. Dengan menggunakan DuOS, kalian bisa memainkan berbagai macam aplikasi Android. Hal yang menarik dari DuOS adalah DuOS support multi-touch dan pinch to Zoom, yang mana bagus untuk kalian yang memiliki laptop yang support touch screen. Lalu bagaiman dengan game COC ? tentu saja Support !

 

DuOS-M
 
Kekurangan DuOS ini tidaklah gratis, kalian akan ditawarkan selama penggunaan 30 hari untuk menggunakan emulator Android ini. Namun, jika kalian benar-benar ingin membeli DuOS, kalian cukup mengeluarkan uang US$9.99 untuk mendapatkan DuOS ! cukup murah menurut saya, kalian pun akan mendapatkan lisensi secara seumur hidup ! berbeda dengan Genymotion & BlueStacks !

 

10. MEmu

MEmu adalah emulator Android keluaran China, sama seperti Droid4x. MEmu mengklaim sebagai salah satu Emulator Android dengan performa terbaik dan juga paling smooth. MEmu juga bisa digunakan di beberapa perangkat seperti PC, Notebook hingga tablet. MEmu masih berbasis Android 4.2.2 Jelly Bean, cukup jadul memang, namun setidaknya cukup stabil digunakan.

Homepage : http://www.xyaz.cn/en/

 

11. Nox APP Player

Nox APP Player adalah salah satu emulator Android keluaran terbaru. Sama seperti emulator lainnya, dengan Nox APP Player kalian dapat memainkan berbagai macam aplikasi serta game android di PC. Mengklaim sebagai salah satu emulator android yang terbaik, tampaknya Nox APP Player menjadi penantang serius untuk BlueStacks yang saat ini masih menjadi "Raja" dari Emulator Android.

Nox APP Player memiliki fitur sebagai berikut :

– Support prosessor Intel dan AMD.
– Support berbagai macam OS Windows termasuk Windows 10.
– Dibuat berdasarkan Android 4.4.2 KitKat.
– Support perangkat Input, Output, Gamepad.
– Multiplayer Mode.
– Mampu mengatur resolusi, CPU serta penggunaan RAM.

Homepage : http://www.bignox.com/en

 

12. KOPLAYER

KOPLAYER adalah salah satu emulator Android yang berfungsi untuk menjalankan berbagai macam aplikasi dan game bertipe .APK Android. KOPLAYER sampai saat ini masih menggunakan Android v4.4 KitKat. KOPLAYER juga support multi-emulator, artinya kalian bisa menjalankan 2 buah atau lebih emulator Android KOPLAYER secara bersamaan.

Selain itu juga, KOPLAYER juga sudah hadir dalam versi mode root, jadi kalian tidak perlu lagi repot-repot rooting emulator android kalian. Google PlayStore juga sudah terinstall secara default didalam KOPLAYER. Beberapa fitur umum seperti mengambil screenshots, camera, dan sebagainya.

Untuk menjalankan KOPLAYER pastikan PC kalian memiliki spesifikasi minimum sebagai berikut :

– Kartu Grafis dengan Dukungan OpenGL 2.0
– CPU / Prosessor : Dengan dukungan virtualisasi VT-x ( Intel ) atau AMD-V ( AMD ), fitur virtualisasi ini harus diaktifkan melalui BIOS.
– Memiliki ruang kosong hardisk sebesar 3 GB.
– Sistem operasi : Windows XP SP3 / Windows Vista / Windows7
– Resolusi layar. 1024*768.

Homepage : http://www.koplayer.com/

 

13. RemixOS

Remix OS adalah sistem operasi Android yang diciptakan berdasarkan projek dari Android-x86. Remix OS tampaknya sudah agak lebih maju dibandingkan para pesaingnya karena Remix OS sudah menggunakan Android berbasis Marshmallow. Remix OS berbeda dengan beberapa emulator Android seperti BlueStacks, Droid4x, MEmu atau Nox App Player, karena Remix OS bisa langsung diinstall kedalam PC / Laptop sebagai standalone Sistem Operasi layaknya Windows atau Linux. Hal ini tidak lain karena sumber kode dari Remix OS didapat dari Android-x86.

Homepage : http://www.jide.com/remixos-for-pc

 

14. RemixOS Player

Remix OS Player adalah salah satu android emulator yang tentu saja digunakan untuk menjalankan berbagai macam aplikasi android. Remix OS Player sangatlah berbeda dengan Remix OS dimana Remix OS Player merupakan aplikasi emulator setara BlueStacks, Droid4x atau AMIDuOS, sedangkan Remix OS merupakan sistem operasi standalone berbasis Android-x86 setara OS Windows.
 

Remix OS Player

Fitur unggulan yang didapat oleh Remix OS Player adalah emulator ini sudah menggunakan Android Marshmallow yang mana salah satu nilai plus dibandingkan Emulator android kebanyakan yang masih menggunakan KitKat / Lollipop. Remix OS Player juga bisa digunakan secara gratis tanpa bayar. Jika kalian tertarik menggunakan Remix OS Player, pastikan kalian memiliki spesifikasi sistem sebagai berikut.
Mimimum Persyaratan Sistem Remix OS Player

OS : Windows 7 (64-bit) atau lebih baru.
Prosessor : Core i3 dengan Virtualisasi Aktif ( Remix OS Player tidak mendukung prosessor AMD ! )
Kapasistas HD : 8 GB.
RAM : 4 GB atau lebih.

Homepage : http://www.jide.com/remixos-player

 

2 Comments »
« Page 1, 2, 3 ... 22 »

Daftar Isi

Leave a Reply