Monthly Archives: February 2016

Hukum Melihat Kemaluan Pasangan Suami Istri

nisaaukum

(Al-Baqarah, 2: 223)

Hal ini masih banyak yang mempertanyakan, sehubungan masalah ini memang bersinggungan dengan area yang sangat Intiim, pokok-pokok aurat yang sangat disembunyikan oleh kaum perempuan, sehingga seolah-olah tiada yang patut melihat, memegang, selain kita sendiri.

Oleh sebab itu masih banyak pertanyaan yang di ajukan oleh kaum Muslimah berkaitan dengan hukum ini. Pada dasarnya syari’at sudah memiliki pondasi pada Ayat berikut :

almaarij

“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela.” [Qs. Al-Ma’arij: 29-30]

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan berkata, telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya dari ‘Aisyah berkata,: Adalah Nabi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. jika mandi janabat, mencuci tangannya dan berwudlu’ sebagaimana wudlu’ unmtuk shalat. Kemudian mandi dengan menggosok-gosokkan tangannya ke rambut kepalanya hingga bila telah yakin merata mengenai dasar kulit kepalanya Beliau mengguyurkan air ke atasnya tiga kali. Lalu membasuh seluruh badannya. ‘Aisyah berkata,: Aku pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. dari satu bejana dimana kami saling mengambil (menciduk) air bersamaan.[HR.bukhari No : 264]

Ibnu ‘Urwah al Hanbali rahimahullah berkata dalam mengomentari hadits di atas, “Dibolehkan bagi setiap pasangan suami istri untuk memandang seluruh tubuh pasangannya dan menyentuhnya hingga farji’ (kemaluan), berdasarkan hadits ini. Karena farji’ istrinya adalah halal baginya untuk dinikmati, maka dibolehkan pula baginya untuk memandang dan menjamahnya seperti anggota tubuhnya yang lain.” [Lihat al-Kawaakib (579/29/1]. Para ulama sepakat akan bolehnya menyentuh kemaluan istri. Ibnu ‘Abidin Al-Hanafi berkata :

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Agama