Monthly Archives: December 2015

Mengenal Hasud dan Iri Hati

1.HASUD

1.1 Definition of Hasad 

Kata hasud berasal dari bahasa Arab Hasada—yahsudu—Hasadan, yang artinya iri hati atau dengki.[1] Adapun dengki dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, seperti yang dipaparkan dalam buku Studi Akhlaq dalam Perspektif Al-Qur’an, berarti menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) karena sesuatu yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain.[2]Dalam pembahasan Akhlak dan Tasawuf, hasud/dengki merupakan sifat yang tercela, karena dengki ialah rasa benci dalam hati terhadap kenikmatan orang lain dan disertai maksud untuk menghilangkan nikmat tersebut atau berpindah kepadanya.

Hasud hampir sama dengan iri hati, adapun perasaan iri hati ialah menginginkan nikmat yang sama dengan apa yang dianugerahkan oleh Allah kepada orang lain, tanpa disertai maksud untuk menghilangkan nikmat yang ada pada orang lain. Dan di sinilah kiranya titik perbedaan hasud(dengki) dan iri hati, sehingga orang yang hasud tidak pernah segan untuk mencari tipu daya untuk menghilangkan nikmat orang lain – yang dihasudi—dan merebutnya.

1.2 Those Causes of Hasad

Al-Ghazali memaparkan dalam Mutiara Ihya ‘Ulumuddin nya bahwa diantara faktor-faktor yang menjadi sebab munculnya hasud pada diri seseorang ialah:

  • Permusuhan;
  • Kebencian;
  • Kesombongan, ‘ujub;
  • Ingin disanjung;
  • Ketakutan akan kehilangan maksud-maksud yang diinginkan;
  • Cinta kekuasaan;
  • Kebakhilan;
  • Kotornya jiwa, dsb.

1.3 The Indication of Hasad

Di antara gejala orang yang terjangkit sifat hasud adalah sebagai berikut:

  • Selalu sibuk merintangi orang lain yang berjuang meraih kesuksesan, sehingga lupa untuk memajukan diri-sendiri.
  • Merasa tidak senang dengan kesuksesan yang diraih orang lain, berusaha menghilangkannya, dan berharap kesuksesan itu akan berpindah kepadanya.[3]
  • Suka mengumpat, mencela, menghina, dan memfitnah orang lain;
  • Sombong dalam perkataan dan perbuatannya.[4]

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Agama